Penelitian Pendidikan

PENGARUH PERBEDAAN GAYA BELAJAR DAN KEMAMPUAN MEMANAJEMEN WAKTUTERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI SISWAKELAS XI JURUSAN AKUNTANSI SMK NEGERI 6 SURAKARTA

TAHUN 2008/2009

LAPORAN PENELITIAN PENDIDIKAN

DIBUAT UNTUK MEMENUHI TUGAS PENELITIAN PENDIDIKAN

SEBAGAI TUGAS AKHIR SEMESTER IV

DOSEN PENGAMPU : Prof. Dr. HARSONO,SU

Disusun Oleh :

NOVIA GITA NAURANI

A210 080 091

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2010

PERSETUJUAN

PENGARUH PERBEDAAN GAYA BELAJAR DAN KEMAMPUAN

MEMANEJEMEN WAKTU TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI PADA SISWA KELAS X1 JURUSAN AKUNTANSI

DI SMK NEGERI 6 SURAKARTA

TAHUN 2008/2009

Disusun Oleh:

NOVIA GITA NAURANI

A210 080 091

Telah disetujui oleh:

Pembimbing 1

(Prof.Dr.Harsono, SU)

ABSTRAKSI

Novia Gita Naurani, A210 080 091, Jurusan Pendidikan Akuntansi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Tahun 2010

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahii ada atau tidaknya pengaruh perbedaan gaya belajar siswa dan kemampuan memanajemen waktu terhadap prestasi belajar siswa kelas XI jurusan ekonomi pada mata pelajaran ekonomi di SMK N 6 Surakartatahun jaaran 2010-2011

Adapun data dikumpulkan dengan memggunakan angket dokumentasiwawancara secara langsung.jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 190 siswa kelas XI jurusan ekonomi,sementara jumlah sampel yang diambil sebanyak 38 siswa.adpun teknik pengambilan sampel dengan cara teknik non randomuji normalitas menhggunakan uji kolmogorof-sminirnov dan ujinlinearitasmenggunakan uji anova, data analisia menggunakan analisis regresi sederhana.

Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh tersebut,digunakan korelasi sederhana dengan bantuan SPSSdengan persamaan regresi 24,190-0,380X1-O,959X2 dengan 0,31 dan 0,959 dengan signifikan 0,208 yang berarti jauh lebih besr dengan 0,05 yang berarti H0diterima (X 1 danX2 tidak dapat mempengaruhi Y.

Kata kunci : gaya belajar, kemampuan memanajemen waktu, prestasi belajar

KATA PENGANTAR

Al hamdulillahi robbil’alamin puji syukur kehadirat ALLAH SWT atas limpahan rahmat yang tercurahkan kepada umat-NYA, sehingga penulis mampu menyelesaikan tugas penelitian pendidikan ini, dengan lancar setelah mengalami berbagai kesulitan dalam pencarian maupun keterbatasan alat. Dan dengan karunia ALLAH SWT tugas ini dapat selesai secara bertahap meskipun masih jauh dari kesempurnaan. Tidak lupa pula penulis mengucapkan terimakasih kepada

        1. Pof.Dr.Harsono, SU selaku dosen pengampu mata kuliah penelitian pendidikan yang sekaligus sebagai pembimbing dalam proses penyelesaian tugas penelitian pendidikan ini.

        2. Ita Nuryana, S.Pd selaku asisten dosen pengampu mata kuliah penelitian pendidikan yang senantiasa memberi pengarahan setiap perkuliahan berlangsung.

        3. Kepada rekan-rekan semua yang telah mendukung kelancaran tugas penelitian pendidikan ini dan bersedia membantu apabila penulis membutuhkan bantuan.

        4. Kepada pembaca yang selalu dinantikan saran dan kritiknya.

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah penelitian pendidikan pada akhir semester IV ini..dengan mengangkat sebuah judul “PENGARUH PERBEDAAN GAYA BELAJAR DAN KEMAMPUAN

MEMENEJEMEN WAKTU TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI PADA SISWA KELAS X1 JURUSAN AKUNTANSI DI SMK NEGERI 6 SURAKARTA TAHUN 2008/2009. Dimana ketiga variabel itu dibahas satu per satu kemudian dicari apakah ada pengaruhnya dengan variabel ke 3 yaitu prestasi belajar, dengan menggunakan bantuan SPSS for windows 15,0.

Harapan penulis semoga laporan hasil penelitian ini membawa manfaat bagi pembaca pada umumnya dan sekolah pada khususnya.

Akhirnya tiada gading yang tak retak saran dan kritik senantiasa penulis harapkan.

Surakarta, juni 2010

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL………………………………………………………………………. i

HALAMAN PERSETUJUAN…………………………………………………………. ii

ABSTRAKSI………………………………………………………………………………… iii

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………….. iv

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………. vi

DAFTAR TABEL………………………………………………………………………….. ix

BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………….. 1

  1. Latar Belakang Masalah………………………………………………… 1
  2. Pembatasan masalah……………………………………………………… 9
  3. Identifikasi masalah………………………………………………………. 9
  4. Perumusan masalah……………………………………………………….. 10
  5. Tujuan penelitian………………………………………………………….. 10
  6. Manfaat penelitian………………………………………………………… 11
  7. Sistimatika penelitian…………………………………………………….. 11

BAB II LANDASAN TEORI…………………………………………………………. 13

  1. PRESTASI BELAJAR………………………………………………….. 13
        1. Pengertian Belajar…………………………………………………….. 13
        2. Pengertian Prestasi……………………………………………………. 15
        3. Pengertian Prestasi Belajar……………………………………….. 16
        4. Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar……………….. 17
        5. Indikator Prestasi Belajar…………………………………………. 20
  1. GAYA BELAJAR……………………………………………………….. 21
              1. Pengertian gaya belajar…………………………………………….. 21
              2. Masalah–masalah mengenai gaya belajar……………………. 22
              3. Macam-macam gaya belajar……………………………………… 24
              4. Indikator belajar………………………………………………………. 26
              5. Tujuan belajar…………………………………………………………. 26
              6. Teori belajar…………………………………………………………… 27
  1. KEMAMPUAN MEMANAJEMEN WAKTU BELAJAR.. 28
        1. Pengertian waktu…………………………………………………….. 28
        2. Pengelompokkan waktu……………………………………………. 30
        3. Tehnik membagi waktu…………………………………………….. 31
  1. HUBUNGAN ANTARA PERBEDAAN GAYA BELAJAR SISWA DAN KEMAMPUAN MEMANAJEMEN WAKTU TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI…………….. 32
  2. HIPOTESIS………………………………………………………………… . 34

BAB III METODE PENELITIAN…………………………………………………… 35

  1. JENIS DAN RANCANGAN PENELITIAN …………………… 35
  2. OBJEK PENELITIAN………………………………………………….. 39
              1. Lokasi penelitian………………………………………………………. 39
              2. Waktu penelitian………………………………………………………. 39
              3. Satuan analisis ………………………………………………………… 39
              1. Populasi…………………………………………………………………. 40
              2. Sampel…………………………………………………………………… 41
              3. Sampling………………………………………………………………… 41
  1. INSTRUMEN PENELITIAN………………………………………… 42
        1. Variabel penelitian………………………………………………………………… 42
        2. Definisi konsep dan definisi operasional……………………… 43
        3. Indikator variabel penelitian………………………………………. 44
        4. Kisi-kisi variabel penelitian……………………………………….. 47
        5. Angket……………………………………………………………………. 47
  1. TEHNIK PENGUMPULAN DATA……………………………….. 48
  2. TEHNIK PENYAJIAN DATA………………………………………. 49
  3. TEHNIK ANALISIS DATA………………………………………….. 53

BAB IV PENYAJIAN DAN PEMBAHASAN………………………………….. 58

  1. PENYAJIAN DATA……………………………………………………. 58
  2. ANALISIS DATA……………………………………………………….. 65
  3. PEMBAHASAN………………………………………………………….. 70

BAB V PENUTUP…………………………………………………………………….. 72

  1. KESIMPULAN…………………………………………………………… 72
  2. IMPLIKASI ……………………………………………………………….. 73
  3. SARAN………………………………………………………………………. 73

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

DAFTAR TABEL

TABEL Hal

              1. Tabel Keputusan HO dan Ha ……………………………………………………………… 36

              2. Tabel jurusan dan jumlah siswa…………………………………………………………. 41

              3. Tabel variabel penelitian…………………………………………………………………… 44

              4. Tabel kisi-kisi variabel penelitian………………………………………………………. 47

              5. Tabel jenis kelamin siswa…………………………………………………………………. 50

              6. Tabel distribusi frekuensi gaya belajar (X1) ……………………………………….. 59

              7. Tabel distribusi frekuensi kemampuan memanajemen waktu (X2) ………… 61

              8. Tabel distribusi frekuensi prestasi belajar (Y) …………………………………….. 64

              9. Tabel hasil uji t………………………………………………………………………………… 67

              10. Tabel uji f……………………………………………………………………………………… 68

DAFTAR GAMBAR

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah

Kegiatan pendidikan adalah kegiatan universal dan sebagai realitas sosial telah dibukukan oleh manusia sejak terbentuknya masyarakat. Maka kegiatan pendidikan tersebut dapat diamati, dapat dicampuri dengan sengaja dapat dijadikan lahan experimentasi atau dapat direflektir secara filosofis. Kegiatan pendidikan sebagai realita sudah terjadi, sedang terjadi dan akan terjadi. Kegiatan pendidikan melembaga di masyarakat dan dilembagakan oleh masyarakat untuk mempertinggi taraf hidup masyarakat. Maka skema pemaknaan dan penafsiran tentang kegiatan pendidikan mengalami perubahan (Dimyati,1998:7)

Dunia pendidikan selalu berubah seiring perubahan zaman. Pendidikan tidak bersifat stagnan namun mempunyai sistem yang berkelanjutan, dan juga mempunyai tujuan yang konsisten. Seperti halnya pemerintah yang menekankan adanya wajib belajar 9 tahun yang dimulai dari sekolah dasar yang berlangsung selama 6 tahun dan SMP (sederajat) selama 3 tahun. Dengan adanya kebijakan seperti itu merupakan salah satu hak bagi kita sebagai warga negara untuk melaksanakan, menjalani dan melakukan program pendidikan di lembaga formal seperti sekolah-sekolah yang digunakan sebagai tempat belajar dan ajang pencarian ilmu serta proses belajar.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa

Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Selain itu juga mengamanatkam pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada ALLAH Yang Maha Esa serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan Undag-Undang dan sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan untuk mengahadapi tantangan sosial dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, sehingga perlu pembaharuan pendidikan secara terencana terarah dan berkesinambungan. Berdasarkan penjabaran di atas maka perlu membentuk Undang-Undang sistem Pendidikan Nasional.

Dalam Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional bahwa:

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada ALLAH Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang berdemokrasi serta bertanggung jawab. Dalam implementasimya pendidikan merupakan salah satu aspek yang mendapatkan perhatian khusus. Hal ini dikarenakan begitu pentingnya pendididkan bagi warga dan merupakan hak bagi setiap manusia. Adapun tujuan pendidikan adalah sebagai suatu tonggak dan media atau sebagai lembaga penyaluran bakat dan tempat pencarian ilmu pengetahuan sehingga mampu menghasilkan generasi muda yang kreatif dan inovatif. Dengan keadaan demikian diupayakan generasi tersebut dapat menjadi unggul dan dijadikan keunggulan dalam berbagai abidang serta mampu meningkatkan kemajuan negara. Sehingga negara mempunyai sumber daya manusia yang dapat diandalkan.

Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan kegiatan kegiatan yang paling pokok. Ini berarti bahwa berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak tergantung pada bagaimana proses belajar yang dialami siswa sebagai anak didik (Slameto,2003:4). Proses pembelajaran menghasilkan suatu perubahan berdasarkan ciri-ciri yang telah dijabarkan dalam pernyataan di atas. Hal ini dapat diketahuia dari hal yang paling mendasar misalnya dari yang tidak tahu menjadi tahun, dari yang malas menjadi rajin karena keingintahuannya terhadap sesuatu. Artinya siswa dapat belajar sendiri dengan mencari sesuatu. Dengan demikian proses belajat tidak hanya dilakukan di lembaga formal tetapi secara individual belajar juga dapat digali sendiri berdasarkan pengalaman, namun demikian lembaga formal masih tetap memegang peranan penting dan digunakan sebagai wadah untuk menyalurkan bakat yang nantinya akan dikoreksi oleh pengajar.

Dalam lingkup pendidikan, permasalahan yang digarap dalam lapangan pendidikan dapat dikatakann cukup banyak karena mencakup kegiatan pendidikan formal, non formal dan informal. Namun titik pusat usaha pendidikan adalah kegiatan yang dilakukan dengan sengaja bagi perolehan hasil yang berupa pengetahuan, keterampilan dan sikap (Arikunto,1988:3). Pendidikan diupayakan untuk melahirkan generasi muda yang aktif, kritis dan berpengetahuan, dimana semua itu melalui proses belajar mengajar. Dalam belajar juga tak lepas dari sebuah kesulitan misalnya gaya belajar dan kemampuan memanajemen waktu. Dalam (Davidson,2001:4) mengelola waktu merupakam tujuan yang layak diusahakan. Namun demikian mitos-mitos seputar penmgelolaan waktu yang efektif dapat menggagalkan sebuah usaha, waktu yang banyak tetap tidak berguna jika tidak dapat mengelolanya.

Bahan buku bacaan tidak mungkin dapat dikuasai dengan hanya satu kali belajar saja, baik pengertian maupun fakta akan segera terlupakan karena belum tertanam dalam ingatan kita. Sesuatu kecakapan belum dapat dikuasai secara sepenuhnya dan belum dapat diterapkan, apabila belum melekat teguh dalam pribadi kita. Itu sebabnya mempelajari sesuatu bahan hendaknya dilakukan berkali-kali dengan ulangan dan latihan. Hal ini perlu dilakukan oleh setiap siswa baik bagi yang cerdas ataupun kurang cerdas karena ini merupakan kegiatan mengasah otak. Dengan ulangan dan latihan penegertian dan fakta-fakta akan lebih mudah menjadi milik kita (Hamalik,1983:69). Salah satu untuk mempermudah belajar adalah dengan membagi waktu. Waktu yang dimiliki oleh seseorang dapat dikatakan longgar karena aktivitas yang mereka lakukan masih terlalu sedikit. Dengan keadaan seperti ini sudah sewajarnya apabila siswa mampu meraih prestasi optimal.

Perlu diketahui pula bahwa berhasil tidaknya siswa dalam mencapai prestasi sangat berkaitan dengan cara mereka belajar dan pengelolaan waktu. Waktu adalah sumber yang unik, waktu tidak ditabung tapi digunakan dengan bijaksana. Waktu yang sudah berlalu hilang selamanya. Waktu adalah sumber paling penting bagi seseorang. Waktu sama bagi siapapun dan setiap orang memiliki waktu 24 jam tujuh hari seminggu dan 52 minggu setiap tahunnya. Banyaknya waktu tidak begitu penting tapi yang lebih penting adalah bagaimana waktu itu dikelola. Waktu masa mendatang dapat dikelola dengan efektif hanya dengan merencanakannya dari sekarang. Bagaimana kita memanfaatkan waktu kita adalah pilihan pribadi (Timpe,1991:10). Begitu banyak manfaat jika kita bisa mengolah waktu dengan baik, dan pasti banyak hasil yang akan kita dapatkan, terutama bagi pelajar yaitu untuk meraih prestasi dengan giat belajar.

Waktu senantiasa ada dan tersedia bagi setiap saat bagi siawa untuk melakukan proses pembelajaran. Waktu bukanlah semacam barang konsumsi yang habis jika digunakan terus. Oleh karena itu jika terdengar siswa kehabisan waktu atau kehilangan waktu hal itu tidak benar. Kebiasaan memanfaatkan waktu sekarang ataupun menanti saat yang cocok untuk mulai menyempurnakan catatan, membaca buku wajib, menghafal bahan pelajaran. Jadi sebuah asas pokok untuk memanfaatkan waktu guna belajar harus dipahami dalam pikiran dihayati dalam batin dan dilaksanakan dalam tindakanoleh setiap pelajar adalah ”asas pergunakan waktu sekarang”, juga berati bahwa seseorang serta merta dapat mengikis kecenderungan diri untuk menunda-nunda waktu, mengulur ulur tempo, mencari sampai besok saja atau bahkan mencari hari yang baik ataupun menanti saat yang cocok untuk mulai menyempurnakan catatan, menghafal bahan pelajaran. Jadi sebuah asas pokok untuk memanfaatkan waktu guna belajar harus dipahami, dihayati dan dilaksanakan oleh setiap pelajar adalah asas ”pergunakan waktu sekarang” (Gie Lie,1995:169)

Akan tetapi, pada zaman sekarang ini yang dapat dikatakan sebagai zona kompetisi dalam bidang pendidikan, yang ada adalah siswa kurang mampu dalam mengelola waktu belajar mereka. Mereka lebih memilih gaya belajar sistem SKS (sistem kebut semalam). Gaya belajar seperti itu sebenarnya tidak efisien dan hasilnya pun tidak bertahan lama dalam ingatan serta pemahamannya pun hanya berpusat pada teori. Biasanya gaya seperti inilah yang lebih banyak digunakan dan memang, kadang hasil yang diperoleh pun bisa sama dengan gaya belajar yang efektif (gaya belajar step by step). Namun demikian pasti terdapat perbedaan yaitu pada tingkat pemahaman. Seseorang yang belajar dengan banyak latihan artinya ia lebih bisa menghargai waktu luang, dimana waktu itu digunakan untuk belajar.

Dengan gaya seperti itu maka kemampuan mengingat pun dapat bertahan lama. Gaya belajar yang efisien dapat mengurangi beban siswa ketika menjelang tes atau ujian. Sebaliknya gaya belajar sistem kebut semalam memberatkan otak siswa dan kadang hasilnya sangat minim, hal itu dapat dilihat ketika terjadi kemungkinan bahwa hafalan yang telah dipelajari pada malam hari bisa hilang seketika pada waktu tes. Hal ini karena memori otak yang belum dapat menerima masukan yang terlalu banyak dan dalam waktu yang singkat.salah satu penyebab semua itu adalah ketidakmampuan dalam memanajemem waktu belajar. Waktu longgar tidak digunakan secara maximal, padahal jika setiap siswa mampu mempergunakan waktu, mungkin akan banyak hasil yang dapat diraih dan dengan waktu pula, mereka mampu menerapkan gaya belajar yang sesuai dengan waktu yang ada. Seperti penjelasan sebelumnya bahwa banyak dan sedikitnya waktu tidak berpengaruh, tapi bagaimana cara mengelola waktu yang lebih baik itulah yang paling penting. Selain waktu belajar, gaya belajar dapat didefinisikan sebagai cara yang dipilih seseorang untuk menerima informasi dari lingkungan dan proses informasi tersebut. Perlu diketahui bahwa mengenali gaya belajar sendiri belum tentu membuat siswa menjadi lebih pandai. Tapi dengan mengenali gaya belajar akan dapat menerapkan gaya belajar yang efektif dan dapat mengetahui bagaimana memanfaatkan kemampuan belajar secara maximal sehingga hasil belajar dapat maximal pula.

Dalam penelitian ini penulis mengambil setting penelitian di kota Solo, yang merupakan salah satu kota yang ada di provinsi jawa tengah dan terdiri dari beberapa kabupaten anatara lain: Kab.Sragen, Boyolali, Wonogiri dan masih banyak yang lainnya. Solo selain disebut sebagai kota pariwisata dengan beberapa obyek wisata yang sederhana, juga merupakan tempat sejarah dan menjunjung tinggi budaya jawa. Salah satu yang dapat menjadi bukti adalah adanya keraton solo yang terletak di sebelah selatan pasar klewer atau sebelah utara alun-alun. Di keraton Solo terdapat beberapa peninggalan antara lain, kereta, peninggalan pejabat keraton terdahulu, keris, pakaian keraton dan masih banyak lagi yang lain. Di keraton Solo ini ada seorang pemandu wisata yang bertugas memberi tahu sejarah keraton berdasarkan peninggalan yang ada, bagi wisatawan yang ingin mengetahui sejarah tersebut.

Kota Solo ini terkenal dengan sebutan kota yang tidak pernah tidur yang selalu ramai disiang ataupun malam hari. Dengan adanya pedagang kaki lima, warung makan yang ada di tepi jalan dan swalayan ataupun mini market menambah semaraknya kota ini. Adapun yang lebih unik lagi yaitu adanya warun HIK (Hidangan Istimewa kampung)yang lebih dikenal dengan ”sego kucing”, terjangkau harganya terutama bagi mahasiswa. Berbicara mengenai mahasiswa di Solo juga terdapat perguruan tinggi antara lain Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Sebelas Maret, Universitas Veteran Pembangunan dan masih banyak lagi yang lain. Termasuk lembaga pendidikan salah satunya adalah Alfa Bank.

Dalam hal ini tidak mengambil mahasiswa sebagai obyek, akan tetapi yang menjadi sorotan dalam penelitian ini adalah siswa atau pelajar tingkat SMA (sederajat). Hal ini dikarenakan banyak pula sekolah-sekolah yang dikategorikan sebagai sekolah unggul. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 6 Surakarta yang merupakan Sekolah Bertaraf Internasional yang jika dilihat dari kapasitas guru dan siwanya mungkin sudah tidak diragukan lagi. Apabila ada sesuatu yang kurang, mungkin itu sangat minim dibandingkan dengan sekolah-sekolah yang lain. Kegiatan pembelajaran yang efektif dan kondusif akan dapat menopang keoptimalan pemahaman bahan ajar yang mereka terapkan untuk mencapai prestasi. Gaya belajar yang terdapat pada masing-masing siswa berbeda, tergantung pada ciri dan pembawaan siswa yang dianggap nyaman.

Gaya belajar akan berpengaruh pada prestasi belajar siswa. Selain itu yang tidak kalah penting adalah kemampuan siswa dalam memanajemen waktu. Karena waktu merupakan hal yang sangat unik dan seberapa mampu mereka dalam mengelola waktu yang sesuai dengan gaya belajar sehingga tercapai prestasi yang optimal. Keingintahuan inilah yang menjadi salah satu alasan untuk mengetahui bagaimana gaya belajar siswa di SMK N 6 Surakarta yang mayoritas dari mereka mampu meraih prestasi yang optimal. selain gaya belajar poin yang lain adalah seberapa besar kemampuan siswa dalam membagi dan memanajemen waktu. Hasil maximal diperoleh dari tahun ke tahun sehingga sekolah ini mampu menyandang status Sekolah Bertaraf Internasional. Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis mengangkat judul PENGARUH PERBEDAAN GAYA BELAJAR SISWA DAN KEMAMPUAN MEMENEJEMEN WAKTU TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI PADA SISWA KELAS XI JURUSAN AKUNTANSI DI SMK NEGERI 6 SURAKARTA”.

  1. Pembatasan Masalah

Pembatasan masalah sangat diperlukan peneliti untuk membatasi masalah-masalah yang akan diteliti, sehingga penelitian dapat terarah dan jelajs bahasannya. Dan dengan tingkat batasan masalah yang telah ditentukan peneliti maka analisisnya dapat dengan mudah terangkum melalui batasan-batasan masalah yang telah ditentukan., untuk itu penulis membatasi permasalahan pada:

        1. Penelitian hanya ditujukan pada siswa kelas XI SMK Negeri 6 Surakarta

        2. Gaya belajar dan kemampuian manajemen dari beberapa siswa berdasarkan banyaknya angket yang disebar

        3. Prestasi yang dicapai oleh rata-rata siswa berdasarkan penelitian dan berdasarkan nilai yang diperoleh untuk semua mata pelajaran .

  1. Identifikasi Masalah

Berdasarkan pembatasan masalah di atas maka penulis mengidentifikasi masalah sebagai berikut:

        1. Terdapat gaya belajar yang berbeda pada masing-masing siswa sehingga mengahasilkan prestasi yang mungkin sama tapi berbeda pada tingkat pemahaman

        2. Prioritas waktu perlu direncanakan karena waktu yang hilang tidak dapat kembali lagi dan bukan banyaknya waktu yang penting tapi nengelola dan memanfaatkannya itu yang paling penting

        3. Prestasi belajar merupakan tujuan akhir karena belajar merupakan suatu proses sehingga sebuaha prestasi tidak bersifat tetap namun sesuai dengan proses belajar yang dilakukan.

  1. Perumusan Masalah

Menurut Tunhman dalam (sugiono,2003:28) menyatakan bahwa rumusan masalah yang baik adalah yang menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih dinyatakan dalam bentuk kalimat tanya atau alternatif secara empirik mengandung pernyataan.

Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat dirumuskan permasalahan, adakah pengaruh perbedaan gaya belajar siswa dan kemampuan memanajemen waktu terhadap prestasi belajar siswa kelas XI SMK Negeri 6 Surakarta.

  1. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian merupakan rencana untuk melaksanakan aktivitas dalam penlitian sehingga tujuan penelitian perlu dirumuskan secara jelas. Dalam penelitian ini perlu adanya tujuan yang berfungsi sebagai acuan pokok tehadap masalah yang ditentukan .

Adapun tujuan penelitan ini adalaha untuk mengetahui pengaruh gaya belajar antar siswa dan kemampuan memanajemen waktu terhadap prestasi belajar ekonomi pada siswa kelas XI SMK N 6 Surakarta.

  1. Manfaat Penelitian

Penelitian diharapkan dapat memberiakn menfaat sebagai berikut:

        1. Sebagai salah satu masukan untuk mewujudkan prestasi yang optimal.

        2. Memberikan informasi pada beberapa sekolah mengenai gaya belajar dan kemampuan mmanajemen waktu dan terhadap prestasi belajar dapat dijadikan tolak ukur bagi sekolah lain untuk mencapai prestasi yang diinginkan

        3. Sebagai masukan bagi pelajar secara umum mengenai gaya belajar yang baik yang sesuai dengan banyak sedikitnya waktu yang ada.

        4. Untuk menambah wawasan dan sebagai referensi yang berguna misalnya untuk penelitian yang sejenis.

  1. Sistimatika penelitian

Tugas laporan penelitian pendidikan ini disusun dengan sistimatika sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini berisi tentang Latar Belakang Masalah , Pembatasan masalah Identifikasi masalah, Perumusan masalah, Tujuan penelitian, Manfaat penelitian, Sistimatika penelitian

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini berisi tentang prestasi belajar, gaya belajar, kemampuan memanajemen waktu, hubungan antara perbedaan gaya belajar siswa, kemampuan memanajemen waktu terhadap prestasi belajar, dan hipotesis.

BAB III METODE PENELITIAN

Bab ini berisi tentang jenis dan rancangan penelitian, onjek penelitian, instrumen penelitian, tehnik pengumpulan data, tehnik penyajian data, tehnik analisis data

BAB IV PENYAJIAN DAN PEMBAHASAN

Bab ini terdiri dari penyajian data, analisis data, dan pembahasan

BAB V PENUTUP

Bab ini terdiri dari kesimpulan, implikasi, dan saran.

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

BAB II

LANDASAN TEORI

  1. Prestasi Belajar

    1. Pengertian Belajar

Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman (learning is defined as the modifications or streghthening of behaviors through experiencing). Menurut pengertian ini, belajar bukan hanya mengingat akan tetapi lebih luas daripada itu, yakni mengalami. Hasil belajar bukan hanya suatu penguasaan hasil latihan melainkan pengubahan kelakuan, perlu diketahui bahwa belajar bukan suatu tujuan. Jadi, merupakan langkah atau prosedur yang ditempuh (Hamalik, 2001: 27). Beberapa definisi belajar adalah sebagai berikut:

      1. Cronbach : “learning is shown by a change is behavior as a result of experience.” “Belajar adalah memperlihatkan perubahan dalam perilaku sebagai hasil dari pengalaman”

      2. Haroid Spears memberikan batasan “Learning is to observe, to read, to intuate, to try something themselves to listen, to follow direction”. “Belajar adalah mengamati, membaca, berinisiasi, mencoba sesuatu sendiri, mendengarkan, mengikuti petunjuk atau arahan”.

      3. Georch, mengatakan: “Learning is a change is perfomance as a result of practice” “Belajar adalah perubahan dalam penampilan sebagai hasil praktek”.

Ketiga definisi di atas, mempunyai pengertian dalam kalimat yang berbeda, namun jauh daripada itu memiliki makna yang sama, bahwa belajar merupakan suatu proses pencarian pemahaman dan pengalaman terhadap sesuatu sehingga terdapat perubahan kelakuan dari si pelaku, yakni perubahan pemahaman dari yang tidak tahu menjadi tahu ataupun dari pengalaman yang kemudian dikembangkan atau dari hasil pencarian terhadap sesuatu. Belajar juga merupakan suatu proses dimana proses itu terjadi secara berkelanjutan, tahap demi tahap dan berkesinambungan (continue). Dalam belajar tidak ada unsur-unsur berhenti dan berlaku bagi semua orang karena belajar bukan hanya diperuntukkan bagi pelajar yang ada di lembaga formal, tetapi juga berlaku bagi umum yang ingin memperoleh pengetahuan.

Perubahan dalam belajar bersifat kontinue dan fungsional, perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif, perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara. Perubahan dalam belajar bertujuan dan terarah mencakup seluruh aspek dan tingkah laku (Slameto, 2003: 4).

Selaras dengan pendapat dia atas (Thurjam Hakim, 2001: 1) mengemukakan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan di dalam kepribadian manusia dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan, daya pikir dll. Hal ini berarti bahwa setelah seseorang melakukan serangkaian proses pembelajaran diharapkan akan ada peningkatan kualitas pemahaman beserta kuantitasnya, sebagai tanda berhasilnya suatu proses pembelajaran yang dilakukan. Kualitas yang diperoleh harus mampu membawa seseorang pada jenjang yang lebih kritis daripada sebelumnya. Bagi mereka yang belum menunjukkan peningkatan kualitas setelah proses pembelajaran, maka ia bukan berarti gagal, namun masih perlu pemadatan dalam pembelajaran. Hal ini dikatakan demikian karena masing-masing otak dalam menyerap informasi mempunyai kapasitas yang berbeda.

Pengertian belajar dikemukakan oleh (Slameto, 2003: 2) yakni belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. Jadi secara umum belajar merupakan suatu proses dan pencarian tentang sesuatu untuk memperoleh pengetahuan.

    1. Pengertian Prestasi

(Muray dalam Beck 1990: 290) mendefinisikan prestasi sebagai berikut:

“To overcome obstacle, to exercize, to strive to do something difficult as well and as quickly as possible” kebutuhan untuk prestasi adalah mengatasi hambatan, melatih kekuatan, berusaha melakukan sesuatu yang sulit dengan baik dan secepat mungkin. Hal ini berarti bahwa dengan prestasi seseorang akan mempunyai sebuah dorongan untuk melakukan sesuatu atau bahkan melakukan problem solving (pemecahan masalah) untuk mencapai sebuah prestasi sebagai titik puncak. Prestasi sebagai titik puncak bukan berarti sebagai titik yang harus berhenti, setelah mampu mencapainya.

Hal ini dikarenakan prestasi bersifat berubah-ubah, kadang naik kadang turun, berdasarkan proses pembelajaran. (Menurut Bloom dalam Arikunto, 1990: 140). Bahwa hasil belajar dibedakan menjadi 3 aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik.

    1. Pengertian Prestasi Belajar

Gaya belajar yang efektif dan manajemen waktu yang tepat akan mengantarkan siswa ke arah prestasi belajar yang maximal. Berdasarkan aktivitas pembelajaran yang telah dilakukan, seperti apa yang telah dikemukakan di atas bahwa prestasi kadang naik dan kadang turun. (Winkie, 1996: 26) mengatakan bahwa prestasi belajar merupakan bukti keberhasilan yang telah dicapai seseorang. Sedangkan menurut (Gunarso, 1933: 77) prestasi belajar adalah usaha maximal yang dicapai oleh seseorang setelah melaksanakan usaha-usaha belajar, maka prestasi merupakan hasil dari usaha pembelajaran yang telah dilakukan.

Prestasi belajar dapat diukur melalui tes yang sering dikenal dengan tes prestasi belajar. Biasanya tes yang dilakukan ini waktu pelaksanaannya adalah setelah akhir masa pembelajaran. Dengan demikian, hasil dari tes tersebutlah yang dapat menentukan seberapa besar prestasi yang dicapai sebagai pengukuran tingkat keberhasilan. Prestasi belajar dapat diukur melalui tes yang sering dikenal dengan tes prestasi belajar (Anwar, 2005: 8-9). Mengemukakan bahwa tes prestasi belajar bila dilihat dari tujuannya yaitu mengungkap keberhasilan seseorang dalam belajar. Tes pada hakikatnya adalah menggali informasi yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Tes prestasi belajar dapat berupa tes obyektif, tes sumatif, ulangan harian, ujian nasional, dll.

Prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya (Winkie, 1996: 62). Berdasarkan pendefinisian dan penjabaran di atas maka sebuah prestasi akan dapat diperoleh seseorang melakukan sesuatu. Prestasi belajar merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar, karena belajar erupakan proses, sedangkan prestasi merupakan hasil dari proses belajar.

    1. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

Prestasi siswa tidak lepas dari berbagai faktor yang mempengaruhi. Adapun beberapa faktor tersebut adalah faktor intern dan faktor ekstern, berikut penjabarannya:

      1. Faktor intern

Faktor intern adalah faktor yang berasal dari dalam diri siswa/individu sendiri. Adapun yang termasuk dalam faktor intern yaitu minat bakat, motivasi, tingkat intelegensi, gaya belajar. Tingkat kecerdasan yang tinggi akan lebih berhasil daripada yang memiliki tingkat kecerdasan rendah. (Slameto, 1995: 56) mengatakan bahwa kecerdasan adalah kemampuan belajar disertai kecapakan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan. Faktor intelegensi ini merupakan faktor yang tidak diabaikan dalam belajar. Karena, cepat tanggapnya seseorang dalam menyerap informasi ini tergantung pada tingkat intelegensi yang dimiliki. Setelah melakukan proses pembelajaran adakalanya terdapat perbedaan mengenai meningkatnya pemahaman. Meningkatnya pemahaman yang dimiliki seseorang berbeda antara 1 dengan yang lain, sehingga salah seorang anak dengan usia tertentu terkadang lebih pandai dari teman sebanyanya. Dan itu karena tingkat intelegensi yang dimiliki.

Bakat merupakan kemampuan tertentu yang dimiliki manusia sejak lahir. Menurut (Muhibbin, 1999: 136) bakat dapat diartikan sebagai kemampuan individu untuk melakukan tugas tanpa banyak bergantung pada upaya pendidikan dan latihan. Jadi setiap orang mempunyai bakat atau potensi tinggal mereka untuk mampu tidaklah dalam mengelolanya.

Motivasi adalah suatu bentuk dorongan dalam diri siswa untuk melaksanakan pembelajaran dan kegiatan belajar. (Nasution, 1995: 79) mengatakan bahwa segala daya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam perkembangannya motivasi dapat dibedakan menjadi motivasi instrinsik dan ekstrinsik. Motivasi instrinsik adalah motivasi dalam diri seseorang dan dengan kesadaran sendiri untuk melakukan suatu perbuatan / tidak. Sedangkan motivasi ekstrinsik berasal dari luar orang lain yang menilai sesuatu. Sedangkan gaya belajar yang juga termasuk faktor itern dalam prestasi merupakan kebiasaan atau ciri belajar untuk mendapatkan suatu pemahaman.

      1. Faktor ekstern

Faktor ekstern adalah faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar yang terdapat dari luar. Faktor ekstern yang mempengaruhi prestasi belajar menurut (Slameto, 1995: 60).

  1. Keadaan keluarga

Keadaan keluarga sangat berperan dalam diri siswa untuk mencapai prestasi dan dorongan belajar. Hal itu karena keluarga merupakan wadah yang paling dekat, tempat tumbuh dan berkembangnya anak. Dimana keadaan keluarga yang baik, sejahtera, jauh dari perselisihan akan memacu rasa kenyamanan dalam diri siswa. Dengan kenyamanan itulah, siswa dapat berkembang baik dalam belajar ataupun tingkat prestasi begitu pula sedikitnya dengan keadaan keluarga yang broken home akan menghambat proses belajar siswa kelurga adalah lembaga pendidikan pertama dan utama. Dalam keluarga yang paling utama adalah peran orang tua terhadap anak. Bagaimana agar sang anak mendapatkan bimbingan dan pendidikan yang positif dan mampu menjalankannya.

  1. Keadaan sekolah

Sekolah merupakan lembaga formal sebagai lanjutan dalam memperoleh pendidikan setelah keluarga. Sekolah yang lembaga formal meliputi kegiatan cara penyajian pelajaran, hubungan guru dengan siswa, alat-alat pelajaran dan kurikulum. Menurut Kartono (1995: 6) mengemukakan bahwa guru dituntut untuk menguasai bahan pelajaran yang akan diajarkan dan memiliki tingkah laku yang tepat dalam mengakar. Ketepatan guru dalam mengajar juga berpengaruh pada pemahaman dalam menyerap informasi yang disampaikan guru.

  1. Lingkungan masyarakat

Lingkungan masyarakat dapat menimbulkan kesukaran belajar anak, terutama anak-anak yang sebanyaknya. Apabila anak-anak yang sebaya merupakan anak-anak yang rajin belajar, maka anak akan terangsang untuk mengikuti jejak mereka, sebaliknya bila anak disekitarnya merupakan kumpulan anak nakal yang berkenaan tiada menentukan anakpun dapat terpengaruh pula.

Gambar berikut menjelaskan konsep yang dimaksud

 

    1. Indikator Prestasi Belajar

Indikator yang dijadikan sebagai tolak ukur dalam menyatakan bahwa prestasi dapat dikatakan berhasil apabila memenuhi ketentuan kurikulum yang disempurnakan (Muh. Uze dan Lili Setyawati, 1991: 8).

Adapun indikator prestasi belajar antara lain:

      1. Daya serap terhadap bahan pelajaran yang diajarkan mencapai prestsi tinggi secara individu dan kelompok.

      2. Perilaku yang digariskan dalam tujuan pengajaran telah dicapai siswa baik individu maupun klasikal.

Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa indikator prestasi belajar merupakan hal yang harus dicapai dan siswa harus mampu mencapai indikator yang telah ditentukan. Kemampuan siswa untuk mencapai indikator itu bukan hanya terfokus pada prestasi dan pembelajaran tapi menyangkut perilaku yang digariskan, yaitu perilaku yang telah ditetapkan dalam tujuan pengajaran dimana tujuan pembelajaran yang merupakan bagian dari indikator prestasi belajar harus bisa dicapai siswa baik individu maupun klasikal.

  1. GAYA BELAJAR

    1. Pengertian Gaya Belajar

Gaya belajar adalah cara yang cenderung dipilih seseorang untuk menerima informasi dari lingkungan dan memproses informasi tersebut (Susilo, 2006; 94). Ada banyak klasifikasi gaya belajar. Menurut David Kolb (1981) dalam Joko Susilo (2006) yaitu ada empat kutub kecenderungan dalam proses belajar, yaitu kutub perasaan/feeling (concrete experience), kutub pemikiran/thinking (abstract conceptualization), kutub pengamatan/watching (reflective observation), dan kutub tindakan/doing (active experimentation). Setiap individu memiliki kutub belajarnya masing-masing sehingga berbeda dengan individu yang lainnya. Dan menghasilkan pemahaman yang kadang berbeda pula. Sementara itu, Susilo (2006) menyampaikan ada empat kombinasi gaya belajar setelah merenungi David Kolb di atas, yaitu 1) gaya diverger merupakan kombinasi antara perasaan (feeling) dan pengamatan (watching), 2) gaya assimillator, kombinasi dari berpikir (thinking) dan mengamati (watching), 3) gaya converger ialah gabungan antara berpikir (thinking) dan berbuat (doing), dan 4) gaya accomodator yaitu kombinasi antara perasaan (felling) dan tindakan (doing). Sudah menjadi pekerjaan bagi kita untuk mengetahui jenis gaya belajar apa yang kita terapkan.

Pengelompokan berikut dipengaruhi oleh temperamen, kebiasaan/habit, serta berkembang bersama waktu dan pengalaman, sehingga oleh Susilo (2006) melahirkan enam gaya belajar, yaitu kolaboratif (berkelompok) – independen  (mandiri atau sendiri), tactile (suka pada gambar, diagram, dan banyak praktik) – verbal (sebaliknya verbal yaitu membaca atau menulis), persepsi konkrit (berdasarkan pengalaman)–analisa abstrak (menggali sendiri), auditori (mendengarkan)–visual (membaca), terstruktur (membutuhkan petunjuk)–tak terstruktur (tak beraturan), dan sprinter (dalam tekanan)–maraton (memerlukan persiapan secara matang untuk belajar).

Di samping itu, masih ada gaya belajar lain lagi, yang oleh Susilo (2006; 106 – 112) dibagi menjadi sembilan gaya belajar, yaitu belajar dengan kata-kata, belajar dengan pertanyaan, belajar dengan gambar, belajar dengan musik, belajar dengan bergerak, belajar dengan bersosialisasi, belajar dengan kesendirian, belajar dengan melihat dan belajar dengan mendengar.

    1. Masalah-masalah Mengenai Gaya Belajar

Rintangan dan masalah yang banyak dihadapi oleh mahasiswa-mahasiswa selain menyangkut macam-macam hal seperti kesehatan jasmani, keadaan keuangan atau kesulitan rumah tangga juga mengenai persoalan-persoalan cara (gaya) belajar. Adapun 3 hal yang paling mendasar yang memuat masalah itu adalah:

      1. Kesukaran dalam mengatur pemakaian waktu belajar (difficulty in budgeting time)

      2. Ketidaktahuan mengenai ukuran-ukuran baku yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan tugas.

      3. Kebiasaan-kebiasaan membaca yang lambat (Gie Liang, 1986: 2)

Mengenai gaya beajar di SMA, oleh para dosen yang ditanyai dalam sebuah penelitian dikemukakan kelemahannya sebagai berikut:

          1. Kurang cara berpikir positif, inisiatif, dan ketelitian

          2. Tekanan pada hafalan di luar kepala, berpegang pada buku saja dan secara pasif menerima bahan pelajaran.

          3. Kurang kesadaran mengenai minat dan bakat

          4. Kurang minat membaca buku yang dapat memperluas pengetahuan

          5. Kurang belajar kelompok dan mendiskusikan

          6. Belajar untuk mengejar angka, ijazah dan untuk ujian

(Gie Liang, 1986: 4)

Gaya belajar yang baik adalah gaya belajar yang efisien, artinya meminimalisasi, waktu yang kosong, dan menghindari adanya “penundaan” dalam mengerjakan tugas. Dengan gaya belajar yang efisien, maka siswa akan diantarkan pada sebuah prestasi yang optimal. Selain masalah waktu yang memadai kendala maksud dan tujuanpun mempengaruhi prestasi misalnya: siswa hanya belajar menghafal karena itu ilmu hafalan, mungkin satu atau dua hari masih tersimpan memang hanya memang yang difikiran, tetapi lambat laun akan menghilang karena lupa. Mungkin sukses dalam memperoleh nilai, namun tersendat dalam pemahaman. Kesulitan-kesulitan seperti inilah yang perlu di atas baik maksud mampu pengelolaan waktu.

Upaya untuk memperoleh pemahaman itu agak terbatas hasilnya karena tersedianya metode waktu itu. Secara singkat, merancang pembelajaran untuk tingkah laku verbal menghendaki bahwa tingkat stimulus respon baikan tersusuun dari sederhana ke komplen. Membimbing proses belajar berlangsung dengan jalan pemberian penguatan terhadap respon-respon yang makin lama makin bertambah sulit, dan beralihnya kontrol stimulus berlangsung dari stimulus bacaan ke stimulus dalam diri belajar atau ke stimulus naskah yang baru (Margareth, 1994: 153).

    1. Macam-Macam Gaya Belajar

Masing-masing siswa mempunyai gaya belajar yang berbeda. Perbedaan itu merupakan suatu keunikan tersendiri. Masing-masing gaya belajar menghasilkan hasil pembelajaran yang terkadang sama tingkatannya. Gaya belajar siswa merupakan ciri atau tipe belajar yang digunakan siswa dalam melakukan atau meningkatkan kemampuan pemahaman terhadap suatu mata pelajaran, dan dengan gaya belajar teresbut, mampu menghafalkan sebuah pemahaman yang nantinya terkait dengan prestasi yang dicapai berdasarkan gaya belajar tertentu.

Tiap siswa mempunyai gaya belajar masing-masing secara umum. Gaya belajar dibedakan menjadi 3 kategori antara lain:

  1. Auditory. Orang yang termasuk dalam tipe ini mengandalkan indera pendengarannya saat belajar. Di sekolah misalnya siswa tipe auditory akan lebih mengerti saat guru “cuap-cuap”, mengajar di depan kelas. Orang tipe auditory umumnya akan mengeluarkan suara ketika menghafal sesuatu. Dia butuh sesuatu yang didengarkan oleh indera pendengarannya bahkan ketika dia sedang belajar sendirian.

  2. Visual. Orang dengan gaya belajar visual akan mengandalkan penglihatannya saat belajar. Gampangnya seperti ini “tunjukkan pada saya dan saya akan mengerti”. Biasanya orang tipe ini senang belajar dengan membaca (diam), memperhatikan orang mengerjakan sesuatu.

  3. Kinesthetic. Gaya belajar ini mengindera peraba, dengan merasakan sesuatu menggunakan indera peraba (tangan). Orang dengan tipe kinesthetic ini harus aktif mengerjakan sesuatu agar dapat mengerti daripada sekedar duduk diam membaca atau duduk diam mendengarkan guru mengajar. Dengan tipe ini orang butuh praktek ketika mempelajari sesuatu. Biasanya tidak ada orang yang 100% berada dalam salah satu tipe itu. Biasanya seseorang memiliki lebih dari 1 gaya belajar, tapi hanya 1 gaya belajarlah yang paling dominan (http://tedytirta.wordpress.com sekilas tentang gaya belajar) grafer seorang ahli psikologi membagi gaya belajar dalam 7 tipe.

yaitu: incermentalis, tipe intuitive, tipe sensorispecialis, tipe generali, tipe emosional, emosional netral, learning dan tipe elektrik.

Mengingat cara belajar siswa yang berbeda serta kemampuan siswa dalam menyerap informasi tidak tergantung dalam 1 tipe belajar saja, maka cara belajar aktif dapat memenuhi tuntutan segala gaya belajar siswa (Sriono dkk, 1992: 4).

  1. Indikator Belajar

Indikator belajar

  1. Menentukan topik dan nara sumber

  2. Menentukan daftar pertanyaan

  3. Melakukan tanya jawab

  4. Menyusun laporan (Nasar, 2006 hal 5)

    1. Tujuan Belajar

Robert M. Gagne mengelompokkan kondisi-kondisi belajar sesuai dengan tujuan belajar yang ingin dicapai. 5 macam kemampuan hasil belajar tersebut adalah:

      1. Keterampilan intelektual

Merupakan hasil belajar terpenting dari sistem lingkungan sekolastik

      1. Strategi kognitif

Mengatur cara belajar dan berpikir seseorang didalam arti seluas-luasnya termasuk kemampuan memecahkan masalah.

      1. Informasi verbal

Pengetahuan dalam arti informasi dan fakta

      1. Keterampilan motorik

Diperoleh di sekolah, contoh: keterampilan menulis, mengetik, menggunakan jangka, dan sebagainya.

      1. Sikap dan nilai

Berhubungan dengan arah serta intensitas emosional yang dimiliki seseorang sebagaimana dapat disimpulkan dari kecenderungannya bertingkah laku terhadap orang, barang dan kejadian (Moedjiono Hasibuan, 1995: 5)

    1. Teori Belajar

      1. Behavioristik. Beranggapan bahwa pengembangan anak ditentukan oleh faktor yang berasal dari lingkungan (belajar dapat dibentuk oleh lingkungan) (Nana Syaadih, 1997: 54 dalam Syaifuddin Noordin, 2005: 74-75)

      2. Teori belajar kognitif

Memakai modal pembelajaran inquiri training yang berada pada rumpun the processing information model.

      1. Teori belajar (meaning full learning) dapat diperoleh melalui reorganisasi pengetahuan yang sudah ada dan menggabungkannya dengan pengetahuan baru.

  1. KEMAMPUAN MEMANAJEMEN WAKTU

        1. Pengertian Waktu

“Satu satunya prinsip yang dianut oleh kebanyakan dari mereka yang disertai adalah prisip asal jalan saja sedikit perencanaan, kurang ada organisir dan praktis tidak ada pengendalian”

Waktu adalah sumber daya yang unik. Setiap orang memilikinya dalam jumlah yang sama. Ia tidak dapat dibeli dan setiap hal memakan waktu pemecahan nyata satu-satunya adalah penggunaan waktu dengan lebih baik. Praktek mengelola waktu adalah kebiasaan yang dapat dipelajari.

Peter Dueker sudah mencatat bahwa satu dari lima kebiasaan yang umum dimiliki: efektif yang efektif adalah tahu kemana waktu mereka dimanfaatkan dan kemana seharusnya dikerjakan (Timpe, 1991: 69).

Waktu juga merupakan sarat yang tidak dapat dirasa, namun dapat dirasakan, waktu dapat dilihat berdasarkan lingkungan setempat (pagi, siang, sore dan malam). Bentuk dari waktu itu sendiri adalah “tidak berbentuk” namun memiliki beberapa unsur antara lain tidak dapat diulang kembali terus berputar dan selamanya berkelanjutan, namun masih tetap ada, tidak seperti barang konsumsi yang habis setelah digunakan. Kegiatan kehidupan manusiawi sekali diiring bersama waktu, dan waktu sebagai penetapan berhentinya sebuah kegiatan.

Waktu tidak dapat beradaptasi, tetapi manusia dapat. Untuk mencapai nilai kegunaan dari waktu berarti menyesuaikan jalan-jalannya dengan cara yang sesuai, memuaskan diri, dan bisa dicapai diri. Dengan kata lain jika seseorang (siswa) telah mengetahui dan memperhatikan bahwa perfomance merosot karena kebanyakan gagal untuk menghasilkan sebanyak yang mereka dapat dalam jangka waktu tertentu, maka perlu pemakaian pola pikir dan bekerja yang baru, tetapi hanya pola-pola tertentu yang tepat dan apa yang harus dicapai, tepat karena mereka memuaskan satu. Latihan manajemen waktu tidak menjadikan seseorang yang tidak diinginkan: jika mempunyai dorongan untuk memadai seseorang pemimpin tertinggi, seseorang kemungkinan besar sudah memiliki kesadaran waktu (Gitlin, 1995:9).

Kesadaran waktu membawa seseorang ke arah yang serasi dengan rencana. Seseorang yang sadar waktu berarti ia telah mampu manajemen waktu, yang diawali dengan berbagai perencanaan. Dalam lingkup ini, siswa harus mampu meletakkan prioritas, serta dengan waktu yang tersedia. Dengan waktu yang menganggur, banyak luang, dan tidak digunakan, maka akan terbuang dan sia-sia akhirnya. Mungkin hal ini tidak langsung terasa, tapi akan terasa kemudian waktunya. Bagi siswa menjelang beberapa test.

Waktu itu bersifat siklus dimana kejadian bermula, berubah dan berhenti. Ketidakmampuan untuk mengulangi semua kejadian dinamakan “keengganan”. Ketidakmampuan untuk mengubah kejadian dinamakan “keluesan”. Ketidakmampuan untuk menghentikan kejadian pada waktunya adalah “memaksa”. Pepatah mengatakan “setiap sisa waktu dari orang yang bijaksana patut dihemat” (Timpe, 1991: 181).

    1. Pengelompokan Waktu

Sebagaimana dijelaskan dimuka adalah satu masalah pokok yang diharapkan oleh sebagian siswa adalah kesukaran dalam mengatur pemakaian waktu belajar. Banyak diantara mereka yang mengeluh kekurangan waktu untuk belajar. Tapi sesungguhnya mereka kurang memiliki ketentuan dan disiplin untuk mempertunda waktu secara efisien. Beberapa pedoman pokok yang perlu diketahui hal sebagai berikut: 1) kemampuan waktu sehari-hari untuk keperluan tidur, belajar, mandi, dll; 2) selidiki dan tentukanlah waktu yang sedikit untuk belajar setiap hari; 3) setelah mengetahui waktu yang tersedia, hendaknya merencanakan penggunaan waktu dengan menetapkan pelatihan; 4) setiap siswa perlu mendidik. Bilamana dirinya dapat belajar dengan hasil yang baik: 1) bila waktu agak ke atas. Berilah data waktu tertentu untuk setiap mata pelajaran; b) berhematlah dengan waktu; 3) bagi mereka yang bekerja biasanya waktu antara jam 05.00-07.00 pagi merupakan ketika yang waktu yang baik untuk belajar secara intensif (Fieliag, 1998: 62)

Perlu diketahui bahwa keterampilan mengelola waktu belajar dapat tehnik memanfaatkan waktu belajar yang sebaik-baiknya harus didasarkan pada suatu asas pokok. Asas pokok termasuk telah dikemukakan dimuka, yaitu asas “penguna waktu sekarang” seperti yang telah dianjurkan bahwa setiap siswa, hendaknya memahami, menghayati, dan melaksanakan asas menggunakan waktu yang setiap saat tersedia. Pada waktu itu juga untuk keperluan studi. Misal seorang siswa pada suatu pagi dapat dengan lebih awal daripada waktu biasanya, waktu yang sedia ini hendaknya digunakan saat itu juga untuk membaca buku, membuat catatan, menghafal pelajaran walaupun tidak ada jadwalnya. (Gielie, 1995: 179).

Waktu adalah uang, begitu pula dengan kalimat tersebut bahwa waktu sangat tepat sifatnya dan rugi apabila tidak dilaksanakan. Sementara dalam kenyataannya penggunaan waktu yang efisien waktu jarang ditemukan terutama bagi kalangan pelajar dalam menggunakan dan mengelompokkan waktu belajar. “sulit menunda” itu adalah hal umum yang ada kebanyakan siswa. Inilah letak pentingnya manajemen waktu belajar agar hasil yang diperoleh dapat maksimal.

    1. Tehnik Membagi Waktu

Berlandaskan asas pokok di atas maka tehnik membagi waktu adalah sebagai berikut:

      1. Siswa hendaknya menetapkan mata pelajaran yang akan dipelajarinya setiap hari sekurang-kurangnya 2 dan sebanyak-banyaknya 4 macam pelajaran.

      2. Tehnik selanjutnya yaitu mengurutkan waktu mempelajari 2 sampai 4 mata pelajaran itu menurut sukar mudahnya yang dikaitkan dengan kapan siswa mencapai waktu yang terbaik untuk belajar. Dengan tehnik mengaitkan sukar mudahnya suatu mata pelajaran dengan waktu optimal, untuk studi seorang siswa, maka tercapailah keadaan mempelajari saat mata pelajaran yang tepat pada saat yang tepat.

      3. Tehnik ketiga adalah mengatur lamanya periode studi yang sebaik-baiknya untuk setiap siswa sehingga tidak terlampaui pendek sebentar/kelewat lama karena meskipun belajar itu dapat dikatakan sebagai suatu yang penting, dan perlu diprioritaskan waktunya, tetap harus menjaga dan mengatur waktu belajar agar seimbang dengan pekerjaan lain.

      4. Terakhir dari tehnik ini yang perlu dilakukan seorang siswa adalah metode intensive untuk menguasai suatu mata pelajaran. Seorang siswa tentu menjumpai mata pelajaran yang dirasakan sukar diantara mata pelajaran lainnya, misalnya kesulitan tertentu pada nama-nama asing.

Apabila keempat hal di atas dapat dilaksanakan secara perlahan namun pasti, maka hasil yang diperoleh akan lebih optimal, karena sebuah prestasi bisa seperti dicap buka hanya dari kecenderungan dan pengetahuan tapi juga kemampuan dalam mengatur waktu dan penjatahan waktu belajar yang masih tetap memperhatikan kesehatan tiap individu.

  1. Hubungan antara Perbedaan Gaya Belajar dan Kemampuan Memanajemen Waktu Kaitannya Dengan Prestsi Belajar

Gaya belajar merupakan cara, ciri dan karakter seseorang yang dimiliki oleh seseorang (pelajar) dalam melaksanakan proses belajar sehari-hari.

Gaya belajar tiap orang berbeda-beda, namun kadang dengan tujuan yang sama, terkadang menghasilkan hasil yang hampir sama pula: yaitu hasil yang telah distandarkan pada masing-masing individu di sebuah lembaga. Gaya belajar bukan sesuatu masalah yang menarik atau tidak menafik. Hal ini karena gaya belajar itu memiliki nilai positif pada masing-masing jenisnya dan bergantung pada orang yang melakukannya. Gambar real perbedaan gaya belajar itu antara lain, misanya: belajar sambil mendengarkan musik, belajar disituasi/tempat yang sepi, belajar sambil menimbulkan suara dan belajar dengan diam. Meskipun gaya belajar itu banyak ragam positifnya, tapi tetap ada satu poin yang kadang menyatakan bahwa ada gaya belajar yang salah.

Gaya belajar yang salah itu misalnya belajar dengan sistem kebut semalam (SKS). Gaya belajar inilah yang mungkin perlu dirubah. Hal ini dikaitkan dengan kemampuan siswa dalam memanajemen waktu. Sesuai dengan pernyataan berikut dimana telah dibahas dimuka yaitu:

  1. Asas pergunakan waktu sekarang

  2. Waktu adalah uang

  3. Salah besar jiwa siswa menyatakan kurangnya waktu untuk belajar

Mungkin ketiga hal itulah yang perlu dijadikan fokus penelitian ini. Hal ini karena kadang waktu terbuang sia-sia dan hanya di isi dengan kegiatan yang tak berguna tanpa adanya suatu kegiatan.

Seseorang yang mampu menerapkan gaya belajar yang efektf dan efisien serta kemampuan dan kejeliannya dalam memanajemen mempergunakan waktu, juga mempengaruhi prestasi belajar. Mereka yang mampu secara terstruktur mengatur waktu dan gaya belajar maka akan lebih mudah dalam melaksanakan atau menghadapi ujian yang mungkin akan berlangsung tanpa harus menghafal satu buku penuh. Apabila pembelajaran dengan sistem kebut semalam terjadi dikhawatirkan otak akan kesulitan dalam menyerap segala hafalan dan pemahaman yang dilaksanakan mendadak, karena kemampuan otak ada batasnya pula. Dengan demikian kesimpulan yang dpat kita tarik adalah bahwa dalam pelaksanaan evaluasi atau terus berlangsung dan dengan gaya belajar yang bertahap disesuaikan dengan mengatur waktu, berpengaruh terhadap prestasi yang maksimal.

  1. Hipotesis

Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah yang hendak dipecahkan melalui penelitian yang dirumuskan atas dasar pengetahuan yang ada dilogika yang kemudian akan diuji kebenarannya melalui penelitian yang hendak dilaksanakan (Mahsun, 2005: 70).

Berdasarkan teori di atas maka hipotesis yang dapat ditarik hipotesisnya:

“Ada hubungan antara perbedaan gaya belajar siswa dan kemampuan memanajemen waktu terhadap prestasi belajar ekonomi pada siswa kelas XI Jurusan Akuntansi di SMKN 6 Surakarta”.

BAB III

METODE PENELITIAN

  1. Jenis dan Rancangan Penelitian

  1. Jenis Penelitian

Jenis pemelitian merupakan ragam untuk melaksanakan sebuah penelitian. Menurur Margono 2000:103-105), jenis penelitian ada dua macam yaitu penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif, dengan penjabaran sebagai berikut:

  1. Penelitian Kualitatif

Penelitian kualitatif hanya diungkapkan dengan sebuah ungkapan tanpa adanya ilmu statistic atau hitungan yang mendasarinya.

  1. Penelitian Kuantitatif

Penelitian kuantitatif adalah suatu proses pengetahuan yang menggunakan Peneletian kualitatif adalah sebuah penelitian yang dilakukan terutama dengan mengumpulkan data yang digunakan sebagai hasil pengukuran. Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa data penelitiannya berupa angka sebagai alat menemukan keterangan mengenai apa yang ingin kita ketahui, berarti dapat diartikan pula bahwa penelitian ini menggunakan ilmu statistic dalam pemgambilan hasilnya dan dapat dikatakan pula dengan mengangkakan data kualitatif. Berdasarkan kesimpulan di atas maka jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif yaitu jenis penelitian yang datanya berupa angka atau data kualitatif yang diangkakan (sugiono:2005:14).

  1. Menguji Hipotesis (semua variabel terukur).

Hipotesis pada dasarnya merupakan suatu proposisi atau anggapan yang mungkin benar dan sering digunakan sebagai dasar pembuatan keputusan, pemacahan permasalahan ataupun sebagai dasar penelitian lebih lanjut. Anggapan atau asumsi sebagai suatu hipotesis juga merupakan data akan tetapi karena kemungkinan bisa salah, apabila akan digunakan sebagai dasar pembuatan keputusan harus diuji terlebih dahulu dengan menggunakan data hasil observasi (Supranto,2010:167) mengatakan bahwa untuk dapat diuji hipotesis haruslah dinyatakan secara kualitatif (dalam bentuk angka) dasar perhitungan. Untuk itu pengujian hupotesis pada penelitian ini dengan menghitung dasar perhitungan yang berfokus diolah atau diterimanya suatu pernyataan. Ada dua jenis kesalahan bisa terjadi dalam pengujian hipotesis kesalahan itu bisa terjadi karena kita menolak hipotesis nol padahal hipotesis nol itu benar atau kita menerina hipotesis nol padahal hipotesis nol itu salah.

Perhatikan tabel berikut:

Tabel 1.1

Situasi

(keputusan)

HO

benar

Ha

benar

Trima H0

Keputusan tepat

Kesalahan jenis II

(1 – α)

( β )

Trima Ha

Kesalahan jenis

Keputusan tepat

(α)

( 1- β )

Skala pengukur dalam menguji hipotesis

Taksonomi prosedur pengukuran yang paling banyak dikutipkan orang lain ialah skala pengukuran, skala ordinal, skala interval, skala ratio, dengan penjabaran sebagai berikut:

  1. Skala nominal

Skala pengukuran nominal dapat dikatakan sebagai skala pengukuran yang paling sedrhana, dimana skala pengukuran nominal mencakup penempatan obyek atau individu ke dalam kategori-kategori yang mempunyai perbedaan kualitatif. Pengukuran pada tingkat ini hanya menuntut seseorang dapat membedakan dua atau lebih kategori yang relevan dan dan mengetahui criteria yang dipakai guna menempatkan individu atau obyek ke dalam kategori tersebut.

  1. Skala ordinal

Skala pengukuran ordinal merupakan skala yang dalam pengukuran ordinal ditetapkan posisi relative obyek atau individu dalam hubungannya dengan suatu atribut, tanpa menunjukkan jarak dalam posisi tersebut.

  1. Skala interval

Skala pengukuran interval merupakan skala yang memberi jarak interval yang sama dari suatu titik asal yang tidak tetap. Skala ini bukan hanya merupakan urutan obyek atau kejadian berdasarkan jumlah atribut yang diwakili melainkan juga menetapkan interval yang sama diantara unit –unit ukuran.

  1. Skala ratio

Skala ratio adalah skala tertinggi yaitu yaitu skala yang mempunyai titik nol sejati di samping interval yang sama pembanding atau ratio. Jadi penelitian dilakukan terhadap setiap dua nilai tertetu pada skala ini (furchan:144). Dalam penelitian ini yang digunakan adalah jenis skala interval.

  1. Rancangan penelitian

Rancangan merupakan proses pemikiran secara keseluruhan dan penentu secara matang tentang hal –hal yang dilakukan. Hal ini merupakan langkah awal dalam melakukan sustu kerja, seperti halnya perencanaan. Rencana penelitian merupakan proses pemikiran secara keseluruhan dan penentuan secara matang untuk melaksanakan kegiatan penelitian. (Margono,2000:100) mengemukakan bahwa rancangan penelitian bertujuan untuk memberikan pertanggungjawaban terhadap semua langkah yang diambil. Adapun komponen rancangan penelitian itu meliputi masalah, bentuk atau jenis data yang dibutuhkan , tujuan penelitian, kepentingan penelitian, masalah sampling, tehnik pengumpulan data, tehnik pengolahan data, pola dan sistematika laporan. Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa rancangan penelitian merupakan sub sub pokok atau poin yang akan dibahas. Adapun jenis rancangan penelitian adalah:

  1. Survey

Survei adalah rancangan jika anggota sampel lebih kecil dari pada anggota populasi.

  1. Sensus

Sensus adalah rancangan penelitian semua orang dalam populasi diikutkan pada anggota sampel. Berdasarkan penjbaran di atas maka jenis rancanga ini dengan menggunakan rancangan penelitian survey.

Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis rancangan penelitian survey yaitu dengan melaksanakan survey di sekolah SMK N 6 Surakarta

  1. Obyek Penelitian

  1. Lokasi

Lokasi penelitian yang diambil bertempat di Surakarta tepatnya di SMK N 6 Surakarta, yang dapat dikatakan sebagai sekolah berstandar internasional, dan berposisi di pusat kota yang merupakan dekat dengan keramaian. Posisi sekolah ini berjejeran dengan gedung sekolah yang lain yang merupakan sekolah berkualitas. Meskipun sekolah ini berposisi dekat dengan keramaian, tetapi di depan sekolah tepatnya di depan gerbang keluar, dan di tepi jalan masih banyak berjualan para pedagang kaki lima. Dan keadan yang demikian dapat menunjang kebutuhan siswa untuk menghilangkan haus sambil menunngu bus. Uniknya meskipun sekolah ini bertaraf internasional, dilihat dari segi cara pemakaian seragam masih sama seperti sekolah lain, yang mungkin kurang untuk masalah kerapian jika siswa sudah di luar area sekolah.

  1. Waktu penelitian

Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2010.

  1. Satuan analisis

Satuan analisis merupakan titik focus pada sesuatu yang akan dijadikan penelitian. Misalnya, tingkat regional sedang meneliti perbandingan ekonomi antar Negara penghasil minyak. Berdasarkan contoh di atas maka adapun satuan analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu “orang”. Di mana penelitian ini merupakan penelian kuantitatif yang menyoroti prestasi belajar siswa dilihat dari gaya belajar mereka dan kemampuan dalam memanajemen waktu,untuk siswa jurusan akuntansi kelas XI di SMK N 6 surakarta. Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa satuan analisis dalam penelitian ini adalah orang dimana mereka adalah siswa akuntansi kelas XI pada sekolah yang dimaksud.

  1. Populasi

Populasi adalah jumlah dari keseluruhan obyek yang karakteristiknya hendak diduga. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk kenidian dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi juga diartikan sebagai seluruh data yang menjadi perhatian kita dalam suatu ruang lingkup dan waktu yang kita tentukan. Jadi data populasi juga merupakan keseluruhan dari suatu obyek.

Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah siswa kelas XI jurusan akuntansi SMK N 6 Surakarta, yang berjumlah 190, masing–masing kelas terdiri dari 4 kelas, dengan .jumlah masing-masing kelas 46, 50, 47, 48 siswa.

Berikut tabel populasi penelitian di SMK N 6 Surakarta

TABEL 1.2

No

Jurusan

Juumlah siswa

1

Akuntansi I

46

2

Akuntansi II

50

3

Akuntansi III

47

4

Akuntansi IV

48

  1. Sampel

Sampel adalah bagian dari poplasi, sebagai contoh dengan menggunakan cara-cara tertentu (Margono : 2000 : 121). Sampel adalah bagian dari jumlah dan karateristik yang di miliki oleh poulasi tersebut. Dalam penelitian ini peneliti mengambil sampel 38 siswa yaitu diambil sebanyak 20% dari populasi yaitu siswa angkatan 2008/2009 SMK N 6 Surakarta jurusan akuntansi kelas XI.

  1. Sampling

Sampling adalah penentuan sampel dari suatu populasi yang disebut penarikan sampel atau dengan kata lain sampling merupakan penarikan sampel (sukmadinata, 2009 : 251). Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa sampling merupakan cara pengambilan sampel

adapun beberapa macam pengambilan sampel dengan penjabaran sebagai berikut :

 

 

1). Sampel acak atau sampel random

Setiap individu dalam polpulasi mempunyai peluang yang sama untuk dijadikan sampling.

2). Sampel bukan acak atau nonrandom

Sampel nonrandom bukan bertujuan untuk menarik kesimpulan umum atau generalisasi dan bagi populasi dan penelitian hanya bersifat studi kasus.

3). Sampel acak sederhana atau simple random sampling

Dalam penelitian ini sampling dari semua anggota populasi dilakukan tanpa memperhatikan hal-hal tertentu. Berdasarkan penjabaaran diatas penelitian menggunakan sampel nonrandom untuk pengambilan sampel, dengan cara diambil sebanyak 20% dari populasi.

 

  1. Instrumen Penelitian

1). Variabel penelitian

Variabel penelitian merupakan kondisi-kondisi atau karateristik yang oleh pengeksperimen dimanipulasikan dan dikontrol kemudian diobservasi. Dalam penelitian ini terdiri dari tiga variabel yaitu variabel X1, X2,Y.

Variabel penelitian dapat diartikan sebagai suatu atribut, sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiaan yang mempunyai variasi titik yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan (Sugiono, 2005:32). Jadi variabel merupakan obyek yang dijadikan dan diteliti untuk diambil kesimpulannya.

Menurut hubungannya variabel penelitian terdiri dari dua macam dengan penjabaran sebagai berikut :

a). Variabel independen (variabel bebas)

variabel independen merupakan variabel yang mempengaruhi dimana variabel ini menjadi sebab perubahan timbulnya varibel dependen.

b). variabel dependen (variabel terikat)

variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat adanya variabel bebas.

Dalam penelitian ini yang menjadi variabel adalah gaya belajar (X1). Kemampuam memanajemen waktu (X2) dan prestasi belajar (Y).

2). Definisi konsep dan definisi operasional

Definisi gaya belajar merupakan cirri atau karakteristik yang dilakukan siswa dalam belajar memahami suatu pelajaran tertentu, sedangkan definisi operasionalnya adalah gaya belajar kadang dilakukan secara sempurna dalam pemahamannya, namun sebagian besar dari mereka kadang masih belajar sambil berbincang-bincang ataupun smsan dalam arti bahwa cara belajar mereka belum berfgokus pada apa yang dipelajari.

Kemampuan memanajemen waktu merupakan pemanfaatan waktu atau pengaturan waktu belajar agar sesuai dan seimbang dengan aktivitas yang lain. Akan tetapi hal ini secara operasional masih banyak waktu yang terbuang sia-sia untuk aktivitas yang sia-sia pula, akhirnya waktu belajar yang tersisa pun minim.

Prestasi belajar dapat didefinisikan sebagai hasil belajar yang optimal yang mampu mencapai nilai tertentu. Seseorang yang berprestasi cenderung pandai dalam bidang akademik. Secara operasional prestasi belajar dapat dicapai tanpa adanya belajar keras namun dengan budaya menyontek, meskipun hal ini tidak untuk semua siswa. Dan prestasi masih tetap ada ditangan siswa yang memang benar-benar mampu dalam bidang tertentu.

3). Indikator variabel penelitian

TABEL 1.3

Variabel penelitian

Indikator variabel penelitian

Satuan item

  1. Gaya belajar

  1. Acuan tujuan, kompetensi melakukan wawancara dan acuan penilaian berpusat pada proses belajar mengajar.

  2. Menentukan topic narasumber.

  3. Menentukan daftar pertanyaan

  4. Mengusulkan Tanya jawab

  5. Menentukan daftar pertanyaan

  6. Mengusulkan laporan

1-3

4-10

11

 

12

 

13

  1. Manajemen waktu

  1. Mampu pergunakan azas “pergunakan waktu sekarang”

  2. Mampu menyeimbangkan waktu untuk istirahat.

  3. Mengerjakan pekerjaan dengan tepat.

  4. Mampu menerapkan bahwa waktu adalh uang.

1-3

4-7

8-10

 

 

10-13

  1. Prestasi Belajar

  1. Mampu menyerap informasi bahan ajar

  2. Mampu menunjukkan peningkatan belajar dan hasilnya

  3. Mampu mencapai prestasi yang optimal.

TABEL 1.4

Kisi-kisi variabel penelitian

Variabel penelitian

Kisi-kisi

gaya belajar

Kisi-kisi

manajemen waktu

Kisi-kisi

prestasi belajar

1.Gaya belajar

2.Manajemen waktu

3.Prestasi belajar

  1. Kompetensi belajar

  2. Sifat belajar aktif

  3. Seputar pengelolaan pemnelajaran

  4. Tingkat keoptimalan belajar

  1. Prosentase (lama waktu belajar)

  2. Menyeimbangkan waktu untuk pekerjaan tertentu

  3. Kemampuan pengaturan waktu belajar

  1. Usaha pencapaian prestasi

2. Pelaksanaan tugas belajar

3. Usaha perbaikan penilaian yang dibutuhkan

  1. Hasil belajar

 

5). Angket

Angket atau kuesioner (questioner) meruoakan suatu tehnik pengumpulan data secara tidak langsung (peneliti tidak lamgsung melakukan tanya jawab pada responden. Gambaran secara umum dari angket itu sendiri adalah satu lembar atau lebih kertas yang didalamnya berisi pertanyaan, dimana pertanyaan tersebut disebar pada responden dan hasil dari angket yang tersebar merupakan data bagi peneliti yang kemudian dirumuskan. Dalam hal ini responden bebas menjawab sesuai dengan keinginannya.

Adapun mcam-macam angket menurut (faisal,1982:178):

  1. Angket terbuka

Menghendaki jawaban pendek, jawaban dibubuhkan dengan tanda tertentu.

  1. Angket tertutup

Angket terbuka ini menghendaki jawaban bebas (jawaban kalimat responden sendiri). Dalam penelitian ini anget yang digunakan adalah angket terbuka yaitu angket yang menghendaki jawaban pendek.

  1. Teknik Pengumpulan Data

  1. Observasi

Sutrisno Hadi 1986 dalam sugiono (2005:139) mengemukakan bahwa observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dan berbagai proses biologis dan phisicologis. Dua hal yang penting adalah pengamatan dan ingatan. Ada dua macam observasi yaitu:

  1. Observasi partisipatif

Observasi partisipatif merupakan observasi dimana individu tidak mengetahui jika mereka sedang diamati.

  1. Observasi non partisipatif

Observasi non partisipatif merupakan observasi dimana individu mengetahui bahwa mereka sedang diamati, memungkinkan keadaan yang dibuat-buat. Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa observasi lebih menekankan pada pengamatan dan pengamatan.

  1. Wawancara

Wawancara merupakan masalah satu bentuk tehnik pengumpulan data yang banyak digunakan dalam penelitian. (Rumidi 2002:88) mengatakan bahwa wawancara adalah suatu proses tanya jawab secara lisan dimana dua orang atau lebih berhadapan secara fisik, yang satu dapat melihat yang lain dan saling mendengarkan. Dalam penelitian ini tehnik wawancara hanya sebagai pelengkap dari tehnik yang pertama yaitu angket.

  1. Dokumentasi

Dokumentasi merupakan cara pengumpulan data melalui peninggalan tertulis seperti arsip dan termasuk juga buku-buku tentang pendapat dalil atau hukum dll, yang berhubungan dengan masalah penelitian. Studi documenter pengumpulan data melalui teori dan sejenisnya dimaksudkan sebagai acuan pengambilan kesimpulan dan dibandingkan dengan keadaan yang sedang berlangung sekarang.

  1. Teknik Penyajian Data

Statistik deskriptif

Statistik deskriptif merupakan bidang ilmu pengetahuann statistic yang mempunyai tatacara penyusunan dan penyajian data yang dikumpulkan dalam suatu penelitian dalam bentuk table dan grafik

    1. Tehnik membuat table

Pengumpulan data dan penyajian data dalam statistik deskriptif dapat dinyatakan dalam bentuk tabel, selain grafik. Karena penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, maka data kuantitatif atau penyajian datanya adalah sebagai berikut:

TABEL 1.5

No

Jurusan

Jumlah siswa

Jenis kelamin

Laki-laki

perempuan

1

Akuntansi I

45

27

18

2

Akuintansi II

50

30

2

3

Akuntansi III

47

23

24

4

Akuntansi IV

48

24

24

5

Jumlah

190

14

86

    1. Menghitung Range (R)

Range (R) adalah jarak antara nilai tertinggi dengan nilai terendah. Range juga disebut sebagai nilai jarak (supranto,2010:138). Apabila suatu kelompok nilai data sudah disusun menurut urutan yang terkecil (X1)sampai dengan nilai terbesar (X2), maka untuk menghitung nilai jarak digunakan rumus sebagai berikut:

Range =X tertinggi – X terendah

Adapun data yang telah tersaji di atas, maka dapat diurutkan menurut besarnya nilai.

Range = X tertinggi – X terendah

    1. Menghitung jumlah kelas

Definisi distribusi frekuensi berlaku juga baik untuk data kualitatif maupun data kuantitatif. Meskipun demikian kita harus lebih hati-hati dalam menentukan kelas yang digunakan pada distribusi frekuensi. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan kelas bagi distribusi frekuensi untuk data kuantitatif yaitu jumlah kelas, lebar kelas, batas kelas.Banyaknya kelas sebaiknya 7 dan 15 atau paling banyak 20. tiadak ada aturan umum yang menentukan jumlah kelas (supranto,2010:73)

Supranto dalam H.A Struges pada tahun 1926 menulis artikel dengan judul the choice of a class internal dalam jurnal of the American statistical association yang mengemukakan suatu rumus untuk menentukan banyaknya kelas adalah sebagai berikut”

K = 1+3,322 log n

Dimana k =Banyanknya kelas

n = banyaknya nilai observasi atau banyaknya sample

Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa jumlah kelas bukan berdasarkan logika saja tapi juga menggunakan rumus sehinga menjadi sebuah realita yang dapat dibuktikan kebenarannya,terkait dengan rumus di atasmaka data penelitian ini dapat dihitung berdasarkan rumusanya, apabila diketahui sample yang diambil adalah sample non random dengan cara acak..

    1. Menghitung interval kelas

Interval kelas juga bisa disebut sebagai lebar kelas. Lebar kelas harus sama untuk setiap kelas. Pemilihan interval kelas dan jumlah atau banyaknya kelas tidak independent. Semakin bamnyak jumlah kelas berarti semakin kecil interrval kelas begitu juga sebaliknya (Supranto,2010:74). Adapun rumus untuk menghitung interval kelas adalah sebagai berikut:

c =

n = jumlah siswa setiap kelas

k= jumlah populasi

    1. Menghitung Mean

Mean adalah nilai rata-rata dari suatu sebaran data atau distribusi frekuensi. Kegunan mean ini adalah untuk dijadikan wakil nilai dari seluruh sebaran. Adapun rumus mean adalah:

Mean =

    1. Menghitung standar Deviasi

Standar deviasi adalah rerata penyimpangan dari nilai mean untuk mengetahui penyimpangan X dari mean pada absis.

Rumus SD =

SD = standart deviasi

X = jumlah seluruh anggota

n = banyaknya anggota

  1. Teknik Analisis Data

  1. Uji Multiko

Uji Multikolinearitas untuk mengetahui adanya hubungan antara beberapa atau semua variabel yang menjelaskan dalam model regresi. Salah satu cara mendeteksi ada tidaknya multikolinearitas adalah Hasil dari Fstatistik (Fi) dibandingkan dengan F tabel. Kriteria pengujiannya adalah apabila F tabel > Fi maka variabel bebas tersebut kolinear terhadap variabel lainnya. Sebaliknya, jika F tabel < Fi, maka variabel bebas tersebut tidak kolinear terhadap variable bebas yang lain

  1. Korelasi Parsial

Apabila korelasi variabel Y berkorelasi dengan X1 dan X2 maka koefisien korelasi antara Y dan X1 (X2 konstan), antara Y dan X2(X1 konstan), dan antara X1 dan X2(Y konstan),itu semua disebut dengan koefisien korelasi parsial (KKP).Begitu pul;a dengan penelitian ini yang terdiri dari tiga variabel berikut rumusannya.

r1y2 =

koefisien korelasi parsial x1 dan Y kalau x2 konstan

r 2y.1 =

Koefisien korelasi parsial x2 dan Y Kalau x1 konstan

r 12.y =

  1. Korelasi Berganda

Koefisian berganda sering disebut dengan korelasi antar dua variabel X dan Y. Dan koefisien korelasi ini sering disebut r = atau r sajax

Di mana:

Karena penelitian ini mempunyai tiga variabel yang terdiri dari dua variabel independen dan satu variabel dependen yaitu :

X1 = gaya belajar

X2 = manajemen waktu

Y = prestasi belajar

Maka berdasarkan pernyataan diatas, digunakan rumus sebagai berikut :

rxi = riy =

x1i = x1i –x1

yi = yi –y

korelasi X2 dan y digambarkan sebagai berikut

rx2y = r2y =

Akhirnya korelasi antara xi dan y adalah rx1x2 = r12 =

x = x1i – x2

x2i = x2i – x2

 

  1. Persamaan Regresi

    1. Regresi Sederhana

Regresi sederhana juga disebut sebagai hubungan linear antara dua variabel. Salah satu tujuan analisis data ialah untuk memperkirakan atau memperhitungkan bedarnya efek kuantitas dari perubahan suatu kejadian terhadap kejadian lainnya. Apabila dua variabel X dan Y mempunyai hubungan (korelasi) maka perubahan nilai variabel yang satu akan akan mempengaruhi variabel lain. Hubungan variabel dapat dinyatakan dalam bentuk fungsi misalnya:

Y = f (x) Y = 2 = I,5x. Apabila bentuk fungsinya telah diketahui maka dengan mengetahui nilai dari satu variabel ( =X), nilai variabel kainnya (=Y) dapat diramalkan atau diperkirakan persamaan dan disebut variabel tidak bebas (dependent variabel) sedangkan variabel yang nilainya dipergunakann untuk meramal;kan disebut independent variabel.

    1. Regresi berganda (hubungan linier antara lebih dari dua variabel).

Untuk memperkirakan atau memperkirakan nilai varibel Y lebih baik jika diperhitungkan variabel–variabel lain yang ikut mempengaruhi variabel Y. Dengan demikian kita mempunyai hubungan antara satu variabel tidak bebas (dependent variabel) dengan variabel bebas (independent variabel). Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa regresi berganda merupakan hubungan linear antara lebih dari dua variabel. Artinya penelitian ini menggunakan persamaan regresi jenis regresi berganda, dengan penjabaran masing-masing variabel sebagai berikut:

Y = prestasi belajar (Y), akan dipengaruhi oleh gaya belajar(X1), dan manajemen waktu(X2). Untuk meramalkan Y apabila semua nilai variabel bebas diketahui dipergunakan persaman regresi linear berganda. Hubungan Y dan X1 dan X2 sebenarnya adalah

I = Yi = B 1Y1i+B 2X2i+……………+B kX ki+ €i(populasi)

II = Yi = b 1X1+ b 2X 2i +………b kXki+ei(sampel)

  1. Uji f dan Uji t

Uji t

Uji t selain digunakan untuk menguji suatu hipotesis juga untuk membuat perdagangan interval (interval estimate), biasanya distribusi t digunakan untuk menguji hipotesis regresi nilai parameter, paling banyak dari 2 populasi ( lebih dari 2 harus menggunakan uji f) dan dari sampel yang kecil. (Supranto,2005:121). Uji t harus dihitung untuk masing-masing variabel yang mempengaruhi

Uji f

Uji f digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh gaya belajar dan kemampuan memanajemen waktu secara bersama-sama terhadap prestasi belajar. Artinya uji f ini dihitung dengan cara bersama-sama untuk ke dua variable dependent, apakah ke dua variable dependent berpengaruh terhadap variable independent atau tidak dengan penghitungan bantuan SPSS for windows 15.0

6. Sumbangan Efektif dan Sumbangan Relatif

Sumbangan efektif digunakan untuk mengetahui seberapa besar sunbangan yang diberikan untuk masing-masing prediktor. Sedangkan sumbangan relatif digunakan untuk mengetahui seberapa besar sumbangan masing-masing prediktor kriteria Y maksudnya kemampuan X dalam mempengaruhi Y atau X yang lain, dengan rumus sebagai berikut.

Sumbangan relatif

SR% =

Keterangan:

SR% = Sumbangan relatif dari suatu prediktor

= Koefisien prediktor

xy = Jumlah produk antara x dan y

JKreg = Jumlah kuadrat regresi

Sumbangan efektif

SE% =

Keterangan:

SE% = Sumbangan efektif dari suatu prediktor

= Koefisien prediktor

xy= Jumlah produk antara x dan y

y2 = Jumlah kuadrat

 

BAB IV

PEMBAHASAN

  1. Penyajian Data

  1. Data hasil gaya belajar (X1)

Data hasil gaya belajar diperoleh dari penyebaran angket, di mana angket tersebut diisi oleh siswa yang terdiri dari 13 pertanyaan dengan 4 alternatif jawaban dengan bobot nilai (skore) 1, 2,3 dan 4. Pengukuran variabel gaya belajar menggunakan 13 pertanyaan yang telah terbukti valid. Yaitu nomor item 1 hingga 13, sehingga jumlah skore maksimal jika responden memperoleh skore 4 unit. Seluruh item pertanyaan adalah 100 dan jumkah skore minimal apabila memperoleh nilai adalah 13.

Hasil skore jawaban angket belajar pada siswa kelas XI SMK N 6 Surakarta tahun ajaran 2008/2009 diperoleh skore tertinggi 90 dan skore terendah adalah 31 dengan nilai rata-rata skore mean sebesar 35,7632 median 35,0000 standar deviasi (SD) sebesar 4,10954 kemudian data disajikan dalam bentuk interval berikut

Perhitungan interval

  1. Menentukan rentang, pada data ini diketahui data terendah = 29 dan data tertinggi = 45 rentang = data tertinggi-data terendah= 45-29 = 16

  2. Menentukan banyak kelas, dengan menggunakan aturan Storges

Banyak kelas = 1+ 3,33 log n

= 1+ 3,33 log 38

= 1+ 3,33×1,58

= 1+ 5,26

= 6,26 = 6

Jadi banyak klas = 6

  1. Panjang interval kelas = rentang/ banyak kelas

= 16/6

= 2,6 = 3

Jadi panjang interval = 3

TABEL 1.6

Distribusi frekuensi gaya belajar (X1)

Interval

F

FK

Persentase

29-31

4

4

11%

32-34

13

17

34%

35-37

8

25

21%

38-40

7

32

18%

41-43

4

36

11%

44-46

2

38

5%

38

100%

Untuk lebih jelasnya data tentang gaya belajar kemudian digambarkan dalam bentuk polygon berikut ini

Poligon data gaya belajar(X1)

  1. Data hasil manajemen waktu (X2)

Data hasil manajemen waktu diperoleh dari penyebaran angket, di mana angket tersebut diisi oleh siswa yang terdiri dari 13 pertanyaan dengan 4 alternatif jawaban dengan bobot nilai (skore) 1, 2,3 dan 4. Pengukuran variabel manajemen waktu menggunakan 13 pertanyaan yang telah terbukti valid. Yaitu nomor item 1 hingga 13, sehingga jumlah skore maksimal jika responden memperoleh skore 4 unit. Seluruh item pertanyaan adalah 100 dan jumkah skore minimal apabila memperoleh nilai 1 adalah 13.

Hasil skore jawaban angket belajar pada siswa kelas XI SMK N 6 Surakarta tahun ajaran 2010/2011 diperoleh skore tertinggi 47 dan skore terendah adalah 32 dengan nilai rata-rata skore mean sebesar 35,7632 median 35,0000 standar deviasi (SD) sebesar 3,73757 kemudian data disajikan dalam bentuk interval berikut

Perhitungan interval

  1. Menentukan rentang, pada data ini diketahui data terendah = 32 dan data tertinggi = 47 rentang = data tertinggi-data terendah= 47-32 = 15

  2. Menentukan banyak kelas, dengan menggunakan aturan Storges

Banyak kelas = 1+ 3,33 log n

= 1+ 3,33 log 38

= 1+ 3,33×1,58

= 1+ 5,26

= 6,26 = 6

Jadi banyak klas = 6

  1. Panjang interval kelas = rentang/ banyak kelas

= 15/6

= 2,5 = 3

Jadi panjang interval = 3

TABEL 1.7

Distribusi frekuensi manajemen waktu (X2)

Interval

F

FK

Persentase

32-34

8

8

21%

35-37

11

19

29%

38-40

10

29

26%

41-43

6

35

16%

44-46

1

36

3%

47-49

2

38

5%

38

100%

Untuk lebih jelasnya data tentang manajemen waktu kemudian digambarkan dalam bentuk polygon berikut ini

Poligon Data manajemen Waktu (X2)

  1. Data hasil prestasi belajar (Y)

Data hasil gaya belajar diperoleh dari penyebaran angket, di mana angket tersebut diisi oleh siswa yang terdiri dari 13 pertanyaan dengan 4 alternatif jawaban dengan bobot nilai (skore) 1, 2,3 dan 4. Pengukuran variabel gaya belajar menggunakan 13 pertanyaan yang telah terbukti valid. Yaitu nomor item 1 hingga 13, sehingga jumlah skore maksimal jika responden memperoleh skore 4 unit. Seluruh item pertanyaan adalah 100 dan jumkah skore minimal apabila memperoleh nilai adalah 13.

Hasil skore jawaban angket belajar pada siswa kelas XI SMK N 6 Surakarta tahun ajaran 2008/2009 diperoleh skore tertinggi 90 dan skore terendah adalah 56 dengan nilai rata-rata skore mean sebesar 74,0000 median 75,5000 standar deviasi (SD) sebesar 9,23565 kemudian data disajikan dalam bentuk interval berikut

Perhitungan interval

  1. Menentukan rentang, pada data ini diketahui data terendah = 56 dan data tertinggi = 90 rentang = data tertinggi-data terendah= 90-56 = 34

  2. Menentukan banyak kelas, dengan menggunakan aturan Storges

Banyak kelas = 1+ 3,33 log n

= 1+ 3,33 log 38

= 1+ 3,33×1,58

= 1+ 5,26

= 6,26 = 6

Jadi banyak klas = 6

  1. Panjang interval kelas = rentang/ banyak kelas

= 34/6

= 5,6 = 6

Jadi panjang interval = 3

TABEL 1.8

Distribusi frekuensi prestasi belajar (Y)

Interval

F

FK

Persentase

51-61

3

3

8%

62-67

11

14

29%

68-73

3

17

8%

74-79

9

26

24%

80-85

7

33

18%

86-91

5

38

13%

38

100%

Untuk lebih jelasnya data tentang manajemen waktu kemudian digambarkan dalam bentuk polygon berikut ini:

Poligon Data Prestasi Belajar (Y)

  1. Analisis Data

  1. Analisis regresi linear berganda (hubungan linear antara lebih dari dua variable)

Regresi berganda digunakan untuk memperkirakan nilai variable Y lebih baik jika diperhitungkan variable-variabel lain yang ikut mempengaruhi variabel Y. hubungan Y dengan X1 dan X2 sebenarnya adalah

Y=a+b1 X1+b2X2. Berdasarkan hasil analisis regresi ganda dan program Microsoft exel diperoleh hasil sebagai berikut:

Konstanta (a) = 24.190

Konstanta (b1) = 0,380

Konstanta (b2) = 0,959

Sehingga disusun persamaan sebagai berikut:

Y = 24,190 + 0,380 X1 + 0,959 X2

Adapun penganalisisisannya adalah sebagai berikut.

A= 24,90 artinya prestasi ekonomi siswa kelas XI SMK N 6 Surakarta akan sama dengan 24,190. Gaya belajar dan manajemen waktu dianggap tidak ada atau sama dengan 0

b= 0,380 artinya apabila skore gaya belajar meningkat 1 poin maka prestasi belajar ekonomi akan meningkat sebesar 0,380 (dengan asumsi variabel gaya belajar dianggap konstan)

c = 0,959 artinya jika skore gaya belajar meningkat 1 poin maka prestasi belajar ekonomi akan meningkat sebesar 0,959 (dengan asumsi variabel gaya belajar dianggap konstan) .

  1. Analisis Koefisien Determinasi (R2)

Nilai R2 menunjukkan besarnya variasi variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh varibael dependen dalam model.dari hasil analisis data di peroleh nilai koefisien determinasi R2sebesar 0,180, ini berarti bahwa besar pengaruh variabel gaya belajar dan kemampuan memanajemen waktu terhadap prestasi belajar ekonomi adalah 18% sedangkan sisanya 82% dipengaruhi variabel lain yang belum diteliti misalnya sarana prasarana motivasi dll.

a. Uji t

Uji t selain digunakan untuk menguji suatu hipotesis juga untuk membuat perdagangan interval (interval estimate), biasanya distribusi t digunakan untuk menguji hipotesis regresi nilaiiii parameter, paling banyak dari 2 populasi( lebih dari 2 harus menggunakan uji f).berikut dasar penghitungan uji t

Hasil perhitungan berdasarkan spss

TABEL 1.9

No

Variabel

thitung

ttabel

keterangan

1.

Gaya belajar

1,104

2,032

H0 diterima

2.

Manajemen waktu

2,537

2,03

H0ditolak

  1. Pengaruh gaya belajar terhadap prestasi belajar

Dari hasil perhitungan diperoleh thitung sebesar 1,104. Dimana hasil ini diperoleh dari data hasil spss untuk variabel gaya belajar. Perlu diketahui bahwa ttable pada taraf signifikansi 5% adalah 2,03. Hasilnya adalah thitung < ttable (1,104<2,03), maka H0 diterima, sesuai dengan syarat terhadap prestasi belajar ekonomi, sehingga kesimpulan secara sederhana bahwa gaya belajar tiap orang berbeda, sehingga prestasi tidak begitu berpengaruh pada pencaoaian prestasi. Sehingga hipotesis pertama belum terbukti kebenarannya bahwa menurun atau meningkatnya ,benar atau salah gaya belajar yang diterapkan oleh siswa belum tentu berpengaruh pada tinggi rendahnya prestasi belajar ekonomi.

  1. Pengaruh manajemen waktu terhadap prestasi belajar

Dari hasil perhitungan diperoleh thitung sebesar 1,104. Dimana hasil ini diperoleh dari data hasil spss untuk variabel kemampuan m emanajemen waktu. Perlu diketahui bahwa ttable pada taraf signifikansi 5% adalah 2,03. Hasilnya adalah thitung <ttable (2,537<2,03), maka H0 ditolak, sesuai dengan syarat terhadap prestasi belajar ekonomi, sehingga kesimpulan secara sederhana bahwa seseorang yang mampu mengatur waktu untuk belajar maka dengan beriringan prestasi dapat tercapai secara maximal, sehingga prestasi berpengaruh pada pencapaian prestasi. Hal ini menunjukkan bahwa semakin pandai siswa dalam memanajemen waktu, maka semakin tinggi pula ketepatan untuk mencapai prestasi yang maximal, begitu pula sebaliknya bagi siswa yang kurang pandai dalam membagi waktu maka prestasi yang diperolehpun makin rendah

b Uji f

Uji f digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh gaya belajar dan kemampuan memanajemen waktu secara bersama-sama terhadap prestasi belajar. Artinya uji f ini dihitung dengan cara bersama-sama untuk ke dua variable dependent, apakah ke dua variable dependent berpengaruh terhadap variable independen atau tidak

TABEL 1.10

Hasil perhitungan berdasarkan spss

No

Variabel

fhitug

ftabel

keterangan

1.

2

Gaya belajar

Manajemen waktu

3,841

3,23

H0ditolak

Fhitung yang diperoleh dari hasil spss memperoleh hasil Fhitung > Ftable. Dimana taraf signifika yang digunakan adalah 5%, dengan Fhitung sebesar 3,841 dan F table sebesar 3,23. Berarti (3,841 > 3,23). Maka kesimpulannya adalah H0ditolak. Artimya ada pengaruh yamg signifiknan anatara gaya belajar dan kemampuan memanajemen waktu terhadap prestasi belajar ekonomi.

  1. Sumbangan efektif (SE) dan sumbangan relative (SR)

Sumbangan efektif dan sumbangan relative digunakann untuk mengetahui banyaknya sumbangan untuk masing-masing variabel. yaitu untuk mengetahui besarnya pengaruh gaya belajar dan kemampuan memanajemen waktu terhadap prestasi belajar ekonomi yang dinyatakan dalam bentuk porsentase dengan SR % dan SE %. Berdasarkan perhitungan secara manual maka diperoleh hasil, intuk variabel gaya belajar memberikan sumbangan efektif sebesar 16% dan kemampuan memanajemen waktu memberikan sumbangan relative sebesar 84% terhadap prestasi belajar ekonomi. Selanjutnya variabel gaya belajar memberikan sumbangan efektif sebesar 2,8% dan kemampuan memanajemen waktu memberikan sumbangan efektif sebesar 15,12% terhadap prestasi belajar ekonomi.

Jadi secara keseluruhan variabel gaya belajar dan kemampuan memanajemen waktu memberikan sumbangan sebesar 17,92%.diantara kedua variabel tersebut dapat diketahui bahwa variabel kemampuan memanajemen waktu memberikan pengaruh lebih besar dari pada variabel gaya belajar, sehingga dapat dinyatakan bahwa menejemen waktu merupakan factor yang memberikan pengaruh lebih besar terhadap prestasi belajar.

  1. Pembahasan

Hasil analisis regresi memperoleh persamaan regresi sebagai berikut Y = 24,190+0,380X1+0,959X2. Persamaam tersebut menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh gaya belajar dan manajemen waktu.

Selanjutnya hasil hipotesisi pertama dengan uji t memperoleh nilai thitung sebesar 1,104 lebih kecil dari nilai ttabel peda taraf signifikan 5% sebersar 2,03. Artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari gaya belajar terhadap prestasi belajar ekonomi. Jadi tepat atau belumnya gaya belajar yang dilakukan siswa tidak mempengaruhi maximal atau tidaknya prestasi. Hasil pengujian hiipoesis kedua dengan uji t yang memperoleh nilai thitung sebesar 2,537 lebih besar dari nilai ttable dengan taraf signifikan 5% dengan hasil 2,04 artinya terdapat pengaruh yang signifikan anatara gaya belajar dan kemampuan memanajemen waktu dengan prestasi belajar ekonomi. Jadi semakin pandai siswa dalam memanajemen waktu , maka semakin tinggi pula prestasi belajar ekonomi siswa yang akan dicapai begitu pula sebaliknya

Hasil pengujian hipotesis selanjutnya adalah dengan uji f, yang memperoleh nilai fhitungsebesar 3,841 lebih besar dari nilai ftabel , dimana taraf signifikasi dengan angka 5%sebesar 3,23 artinya terdapat pengaruh yang signifikan dari gaya belajar dan manajemen waktu terhadap prestasi belajar ekonomi. Gaya belajar secara sederhana dapat dirumuskan sebagai suatu karakteristik yang dimiliki oleh setiap orang dalam belajar untuk tujuan tertentu, dimana tujuan itu merupakan hasil prestasi yang maximal.namun gaya belajar ini tidak mmempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar.

Manajemen waktu merupakan kemampuan siswa dalam mengatur waktu belajar untuk disesuaikan dengan kegiatan yang lainnya agar waktu belajar tidak terpecah belah dan tetap mempunyai sebuah fokus untuk mencapai prestasi yang maximal yaitu prestasi belajar., dalam hal ini adalah prestasi belajar ekonomi.

BAB V

PENUTUP

  1. KESIMPULAN

Sebagai lembaga pendidikan SMK N 6 Surakarta termasuk salah satu sekolah yang dapat dikategorikan sebagai sekolah terbaik, dan mungkin terdapat perbedaan dengan sekolah yang lain dalam masalah sarana ataupun cara mengajar guru dan daya serap informasi apada diri siswa

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil penelitian menunjukkan gaya belajar tidak berpengaruh pada prestasi belajar,yang dikarenakan gaya belajar yang berbeda-bedaantar siswa dan kemampuan manajemen waktu mempengaruh terhadap prestasi belajar

Gaya belajar yang dilakukan antar siswa berbeda, tapi memungkinkan hasi dari belajar tersebut, yaitu adanya sebuah pemahaman pada materi, hanya saja masalah waktu yang mungkin perlu diatur. Kemampuan memanajemen waktu, mempunyai peran dalam pncapaian prestasi artinya siswa yang dapat memabaj waktu dengan baik maka akan meningkatkan konsentrasinya dalam belajar, dan akhirnya dapat =mencapai hasil yang maksimal.

  1. IMPLIKASI

Sesuai dengan hasil pembahasan di atas, bahwa berdasarkan perhitungan SPSS for windows 15,0, membuktikan bahwa kemampuan memanajemen waktu membawa pengaruh lebih besar pada prestasi belajar siswa.

Maka dari itu jika ingin mencapai prestasi yang maksimal setiap siswa harus mampu mengatur waktu atau memanajemen waktu dengan baik, karena dengan pembagian waktu yang maksimal itulah dapat mengarahklan prioritas dalam kegiatan yang direncanakan terkait dengan kegiatan belajar, dan pencapain prestasi belajar.

  1. SARAN

Saran berikut terutama kepada pihak sekolah adalah

        1. Bagi guru

Sistem pengajaran di SMK N6 Surakarta memang sudah baik terbukti Bagi tenaga pendidik dan dengan adanya prestasi yang dicapai masing-masing siswa, namun tetap dalam tanggung jawab yang besar yaitu mempertahankan nama sekolah dan selalu meningkatkan kualitas pengajaran sarana dan hal lain yang mendukung jalannya proses pendidikan.

        1. Bagi kepala sekolah

Kepalasekolah harus selalu memantau proses pendidikan secara rutin,dengan cara meminimalkan jam kosong, agar tidak banyak waktu yang terbuang, mengoreksi dan selalu memberi masukan kepada guru dalan hal pengajaran atau proses pendidukan demi meraih prestasi sekolah

        1. Bagi siswa

Siswa harus mampu mengatur waktu dengan baik sehingga semua kegiatan dapat berjalan lancar dan memanfaatkan waktu yang ada agar tidak terbuang sis-sia, dan selalu mempertahankan meningkatkan mutu sekolah demi nama baik sekolah melihat persaingan yang begitu besar dalam pendidikan di era global.

LAMPIRAN I

ANGKET

  1. KATA PENGANTAR

 

Assalamu’alaikum wr wb

 

  1. Identitas Diri

Nama :

Tempat tanggal lahir :

Jenis kelamin :

Kelas/jurusan :

Tahun Ajaran :

  1. Berdasarkan identitas yang telah saya tuliskan di atas, mohon agar supaya adik-adik bersedia mengisi angket yang telah tersedia pada lampiran selanjutnya. Demi kelancaran tugas ini mohon agar adik – adik bersedia mengisi angket sampai selesai, sesuai dengan realita sehari-hari yang adik lakukan tanpa ada jawaban rekayasa. Adapun tujuan dari pengisian angket ini adalah sebagai pendapatan data untuk diolah kemudian, sehingga dapat diketahui valid atau tidaknya jawaban.

  1. Agar supaya adik – adik sekalian dapat mengisi angket tanpa adanya keraguan, maka untuk itu saya nyatakan bahwa pengisian angket ini tidak berhubungan dengan penilaian sekolah ataupun pembayaran pajak bagi sekolah. Dan pengisian angket ini hanya untuk memperoleh data dalam penelitian, dan memperlancar tugas penelitian ini dengan adanya data tersebut.

  1. PETUNJUK PENGISIAN ANGKET
    1. Isilah titik – titik pada kolom yang tersedia sesuai dengan kegiatan yang tersedia dan sesuai dengan kegiatan yang selama ini adik –adik lakukan, dan berfokus pada prestasi belajar.

    2. Titik –titik yang ada kolom diisi dengan memberi tanda contreng (v) pada salah satu pilihan jawaban yang tersedia. Apabila jawaban yang telah dicontreng akan diganti karena mengalami kesalahan maka cukup dengan memberi tanda sama dengan (=) pada jawaban yang salah memberitanda contreng kembali pada jawaban yang dikehendaki..Adapun jawaban yang telah tersedia adalah

Sangat sesuai : dengan bobot 4

Sesuai : dengan bobot 3

kurang sesuai sesuai : dengan bobot 2

tidak sesuai. : dengan bobot 1.

  1. PENUTUP

Sebelum dan sesudahnya saya mengucapkan terimakasih pada adik – adik yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk mengisi angket ini demi kelancaran data dan tugas ini. Dan kepada pihak sekolah yang telah mengizinkan sehingga kegiatan ini dapat tercapai, saya ucapkan terimakasih.wabillahi taufik walhidayah

Wassalamu’alaikum wr wb

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANGKET GAYA BELAJAR

 

No

Pernyataan

SS

S

KS

TS

1

Gaya belajar saya sesuai dengan prosedur yang benar

2

Saya belajar tanpa adanya ulangan , tugas atau pun ujian

3

Saya selalu mengulang pelajaran setelah KBM selesai

4

Saya belajar dengan cara merangkum tiap mata pelajaran

5

Saya bertanya jika timbul ketidak pahaman pada penjelasan guru

6

Semangat saya tinggi dalam belajar

7

Saya suka membaca buku

8

Saya selalu menyiapkan pelajaran untuk besok

9

Saya termasuk orang yang rajin belajar

10

Saya merasa nyaman ketika mendengarkan musik sambil belajar

11

Saya terbiasa belajar dalam suasana sepi

12

Saya suka memberi warna dan kombinasi pada catatan

13

Saya mengingat pelajaran dengan memahami catatan

ANGKET MANAJEMEN WAKTU

NO

Pernyataan

SS

S

KS

TS

1

Saya mampu menyusun jadwal secara teratur

2

Saya tidak menyia-nyiakan waktu

3

Waktu untuk belajar telah saya manajemen dengan baik

4

Waktu belajar saya lebih banyak dari pada waktu bermain

5

Saya telah mampu menyeimbangkan segala aktivitas

6

Saya termasuk orang yang banyak kegiatan

7

Bagi saya waktu adalah uang

8

Saya tidak pernah menunda nunda pekerjaan

9

Waktu belajar saya ± 5 jam/hari

10

Saya menggunakan ”asas pergunakan waktu sekarang”

12

Waktu yang longgar saya gunakan untuk mengisi kegiatan

13

Saya senang mencari kesibukan

Pemanfaatan waktu harus saya prioritaskan

 

LAMPIRAN 2

 

Daftar Nama Siswa Sebagai Sampel penelitian

No

Nama

prestasi

1

Fisa

70

2

Dian

65

3

Nisa

67

4

Puji

65

5

Andi

76

6

Agus

77

7

Tomi

60

8

Sani

67

9

Fani

77

10

Dita

67

11

Bila

78

12

Rika

80

13

Hari

81

14

Heri

85

15

Ella

65

16

Sasa

86

17

Nino

56

18

Joni

69

19

Tika

90

20

Riri

67

21

Rita

78

22

Nafi

87

23

Robi

66

24

Rini

67

25

Dila

65

26

Evi

64

27

Eva

78

28

Devi

80

29

Rina

87

30

Romi

83

31

Roni

73

32

Budi

56

33

Nur

76

34

Sinta

75

35

Sindi

83

36

Doni

74

37

Sava

82

38

Mita

90

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN 3

Data Induk Penelitian

No

Nama

Gaya belajar

Manajemen waktu

prestasi

1

Fisa

38

39

70

2

Dian

38

38

65

3

Nisa

32

38

67

4

Puji

40

34

65

5

Andi

32

37

76

6

Agus

45

42

77

7

Tomi

39

34

60

8

Sani

38

36

67

9

Fani

38

38

77

10

Dita

29

44

67

11

Bila

37

41

78

12

Rika

41

38

80

13

Hari

33

41

81

14

Heri

45

39

85

15

Ella

42

39

65

16

Sasa

34

41

86

17

Nino

33

37

56

18

Joni

36

35

69

19

Tika

35

40

90

20

Riri

35

34

67

21

Rita

37

38

78

22

Nafi

32

35

87

23

Robi

32

36

66

24

Rini

35

36

67

25

Dila

32

36

65

26

Evi

34

34

64

27

Eva

32

32

78

28

Devi

37

47

80

29

Rina

33

43

87

30

Romi

30

47

83

31

Roni

32

36

73

32

Budi

31

34

56

33

Nur

31

32

76

34

Sinta

36

36

75

35

Sindi

41

32

83

36

Doni

33

39

74

37

Sava

41

36

82

38

Mita

40

41

90

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN 4

 

Data hasil angket Gaya belajar

No

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

Jumlah

1

4

3

3

1

1

3

3

3

3

3

4

3 4

38

2

3

3

3

3

3

1

3

3

3

3

4

3 3

38

3

3

3

1

3

3

2

3

2

2

2

3

3 3

32

4

4

4

4

2

3

3

2

4

4

2

2

3 3

40

5

3

3

3

2

1

2

3

2

1

4

3

2 3

32

6

4

4

3

2

4

2

2

2

4

3

3

2 2

45

7

3

3

3

3

3

3

3

3

2

3

3

3 3

39

8

3

3

3

2

1

3

4

4

2

3

3

2 2

38

9

3

3

3

1

3

3

4

4

2

3

2

3 4

38

10

3

2

3

2

2

1

2

2

2

3

2

2 3

29

11

3

3

3

2

3

4

3

4

3

2

3

3 1

37

12

4

3

3

3

3

3

4

4

3

3

3

1 4

41

13

3

3

3

3

3

3

1

4

2

2

3

3 3

33

14

4

3

4

4

1

3

3

4

4

3

4

4 4

45

15

3

2

4

3

4

1

3

4

4

3

4

4 3

42

16

3

2

4

3

2

2

2

3

3

2

3

3 2

34

17

3

2

1

2

2

3

4

3

2

4

2

2 2

33

18

3

3

2

1

1

2

2

2

4

4

4

4 4

36

19

3

3

2

3

2

3

3

3

3

1

4

2 3

35

20

3

3

2.

3

3

3

2

4

3

3

4

1 1

35

21

4

3.

2

2

3

3

4

1

3

3

2

4 3

37

22

3

4

2

2

1

4

3

3

3

2

3

4 1

32

23

4

3

1

1

1

2

3

3

3

4

2

2 3

32

24

3

1

3

2

2

2

1

4

4

4

3

3 3

35

25

4

3

2

2

1

1

2

2

3

3

3

3 3

32

26

3

3

2

3

3

3

3

2

2

1

3 3 3

34

27

2

3

3

3

3

4

4

1

1

2

2

2 2

32

28

4

2

2

2

3

3

3

4

4

2

2

3 3

37

29

3

2

4

4

3

2

1

3

3

2

2

2 2

33

30

3

2

2

2

3

2

4

2

3

2

4

2 1

30

31

3

3

2

2

3

2

2

1

3

2

2

3 4

32

32

4

1

3

2

3

1

2

4

3

2

3

1 3

31

33

3 3 3 2 3 3 1 1 2 3 2 3 2

31

34

3 2 3 4 3 2 4 1 3 2 4 4 2

36

35

4 4 4 3 3 3 3 2 2 2 3 4 4

41

36

3 3 3 3 2 2 1 1 2 2 3 4 4

33

37

3 4 4 4 4 3 2 3 2 3 3 3 3

41

38

3 3 3 3 2 3 1 3 3 4 4 4 4

40

 

 

 

 

 

Data hasil angket manajemen waktu

No

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

 
1

3

3

3

1

4

4

2

2

3

3

4

4 3

39

2

4

3

1

4

3

3

4

2

2

2

3

3 4

38

3

4

3

2

4

3

3

2

2

2

3

4

3 3

38

4

3

3

1

2

3

3

3

3

1

4

4

2 2

34

5

4

1

3

2

3

3

2

2

4

3

4

4 2

37

6

3

3

2

2

4

4

3

3

4

2

4

4 2

42

7

4

3

3

2

2

1

1

3

2

2

4

4 3

34

8

3

3

2

2

3

3

3

3

2

4

3

2 3

36

9

4

4

3

3

2

1

3

3

1

4

4

3 3

38

10

4

4

3

3

4

4

1

3

4

4

4

3 3

44

11

3

3

3

3

4

4

3

2

3

3

4

3 3

41

12

3

2

4

4

4

3

3

2

1

3

4

3 2

38

13

4

2

3

3

2

4

3

4

4

1

3

4 4

41

14

3

4

4

3

1

4

3

2

4

4

3

2 2

39

15

3

3

3

4

3

1

4

3

4

2

3

3 3

39

16

3

3

4

3

3

4

4

3

3

1

4

3 3

41

17

3

3

4

3

1

4

3

3

4

3

2

2 2

37

18

3

1

4

3

2

2

2

4

2

2

4

3 3

35

19

3

4

4

4

3

1

3

3

3

3

4

2 3

40

20

3

3

3

1

2

4

3

3

3

2

4

3 2

34

21

4

4

3

3

1

4

2

3

4

3

3

2 2

38

22

3

3

3

3

3

2

1

2

4

2

3

4 2

35

23

3

3

2

1

3

4

3

4

3

2

3

3 2

36

24

4

4

2

3

3

3

1

4

2

3

3

2 2

36

25

3

2

2

4

3

1

3

4

4

2

2

3 3

36

26

3

2

2

3

3

3

4

3

2

2

2

2 3

34

27

3

3

3

2

1

1

1

1

3

3

3

4 4

32

28

4

4

4

3

4

3

3

4

4

4

3

3 4

47

29

4

4

4

3

4

2

3

2

3

4

4

3 3

43

30

3

1

1

4

4

1

3

2

3

4

4

3 3

47

31

4

3

3

2

1

1

3

1

3

4

4

3 4

36

32

3

3

3

2

4

4

3

1

3

2

1

4 1

34

33 4 3 2 1 1 2 3 4 2 3 4 1 2

32

34 4 4 4 2 2 3 3 1 1 2 4 3 3

36

35

4

3

3

3

3

2

2

1

1

1

2

3 4

32

36

3

3

3

3

3

3

4

2

3

1

4

3 4

39

37

2

2

2

3

3

3

3

3

2

1

4

4 4

36

38

4

2

3

3

3

3

3

2

2

4

4

4 4

41

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN 5

STATISTIK DESKRIPTIF DATA

Explore

Descriptives

 

Statistic

Std. Error

VAR00001 Mean

35.7632

.66666

95% Confidence Interval for Mean Lower Bound

34.4124

Upper Bound

37.1139

5% Trimmed Mean

35.5994

Median

35.0000

Variance

16.888

Std. Deviation

4.10954

Minimum

29.00

Maximum

45.00

Range

16.00

Interquartile Range

6.25

Skewness

.534

.383

Kurtosis

-.465

.750

VAR00002 Mean

37.7632

.60631

95% Confidence Interval for Mean Lower Bound

36.5346

Upper Bound

38.9917

5% Trimmed Mean

37.5702

Median

37.5000

Variance

13.969

Std. Deviation

3.73757

Minimum

32.00

Maximum

47.00

Range

15.00

Interquartile Range

5.25

Skewness

.694

.383

Kurtosis

.343

.750

VAR00003 Mean

74.0000

1.49822

95% Confidence Interval for Mean Lower Bound

70.9643

Upper Bound

77.0357

5% Trimmed Mean

74.1111

Median

75.5000

Variance

85.297

Std. Deviation

9.23565

Minimum

56.00

Maximum

90.00

Range

34.00

Interquartile Range

14.50

Skewness

-.076

.383

Kurtosis

-.864

.750

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 6

 

UJI NORMALITAS DATA GAYA BELAJAR

Explore

 

Descriptives

Statistic

Std. Error

VAR00001 Mean

35.7632

.66666

95% Confidence Interval for Mean Lower Bound

34.4124

Upper Bound

37.1139

5% Trimmed Mean

35.5994

Median

35.0000

Variance

16.888

Std. Deviation

4.10954

Minimum

29.00

Maximum

45.00

Range

16.00

Interquartile Range

6.25

Skewness

.534

.383

Kurtosis

-.465

.750

 

Tests of Normality

 

Kolmogorov-Smirnov(a)

Shapiro-Wilk

Statistic

df

Sig.

Statistic

df

Sig.

VAR00001

.144

38

.045

.948

38

.077

a Lilliefors Significance Correction

 

Gaya Belajar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 7

 

UJI NORMALITAS DATA MANAJEMEN WAKTU

 

Explore

Descriptives

 

Statistic

Std. Error

VAR00002 Mean

37.7632

.60631

95% Confidence Interval for Mean Lower Bound

36.5346

Upper Bound

38.9917

5% Trimmed Mean

37.5702

Median

37.5000

Variance

13.969

Std. Deviation

3.73757

Minimum

32.00

Maximum

47.00

Range

15.00

Interquartile Range

5.25

Skewness

.694

.383

Kurtosis

.343

.750

 

 

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnov(a)

Shapiro-Wilk

Statistic

df

Sig.

Statistic

df

Sig.

VAR00002

.129

38

.113

.948

38

.076

a Lilliefors Significance Correction

 

Manajemen Waktu

Lampiran 8

 

 

UJI NORMALITAS DATA PRESTASI BELAJAR

Explore

 

Descriptives

 

Statistic

Std. Error

VAR00003 Mean

74.0000

1.49822

95% Confidence Interval for Mean Lower Bound

70.9643

Upper Bound

77.0357

5% Trimmed Mean

74.1111

Median

75.5000

Variance

85.297

Std. Deviation

9.23565

Minimum

56.00

Maximum

90.00

Range

34.00

Interquartile Range

14.50

Skewness

-.076

.383

Kurtosis

-.864

.750

 

 

 

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnov(a)

Shapiro-Wilk

Statistic

df

Sig.

Statistic

df

Sig.

VAR00003

.144

38

.045

.962

38

.221

a Lilliefors Significance Correction

 

Prestasi Belajar

Lampiran 9

UJI LINEARITAS PENGARUH GAYA BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR

Means

Case Processing Summary

 

 

Cases

Included

Excluded

Total

N

Percent

N

Percent

N

Percent

Prestasi Belajar *

Gaya Belajar

38

100.0%

0

.0%

38

100.0%

 

Report

Prestasi Belajar

VAR00001

Mean

N

Std. Deviation

Minimum

Maximum

Std. Error of Mean

29.00

67.0000

1

.

67.00

67.00

.

30.00

83.0000

1

.

83.00

83.00

.

31.00

66.0000

2

14.14214

56.00

76.00

10.00000

32.00

73.1429

7

7.94625

65.00

87.00

3.00340

33.00

74.5000

4

13.42882

56.00

87.00

6.71441

34.00

75.0000

2

15.55635

64.00

86.00

11.00000

35.00

74.6667

3

13.27906

67.00

90.00

7.66667

36.00

72.0000

2

4.24264

69.00

75.00

3.00000

37.00

78.6667

3

1.15470

78.00

80.00

.66667

38.00

69.7500

4

5.25198

65.00

77.00

2.62599

39.00

60.0000

1

.

60.00

60.00

.

40.00

77.5000

2

17.67767

65.00

90.00

12.50000

41.00

81.6667

3

1.52753

80.00

83.00

.88192

42.00

65.0000

1

.

65.00

65.00

.

45.00

81.0000

2

5.65685

77.00

85.00

4.00000

Total

74.0000

38

9.23565

56.00

90.00

1.49822

 

ANOVA Table

 

Sum of Squares

df

Mean Square

F

Sig.

Prestasi Belajar *

Gaya Belajar

Between Groups (Combined)

988.893

14

70.635

.750

.707

Linearity

92.179

1

92.179

.978

.333

Deviation from Linearity

896.713

13

68.978

.732

.716

Within Groups

2167.107

23

94.222

Total

3156.000

37

 

Measures of Association

 

R

R Squared

Eta

Eta Squared

Prestasi Belajar *

Gaya Belajar

.171

.029

.560

.313

Lampiran 10

Uji Linearitas manajemen waktu terhadap prestasi belajar

Means

Case Processing Summary

 

Cases

Included

Excluded

Total

N

Percent

N

Percent

N

Percent

Prestasi Belajar *

Manajemen Waktu

38

100.0%

0

.0%

38

100.0%

 

 

Report

 

Prestasi Belajar

Manajemen Waktu

Mean

N

Std. Deviation

Minimum

Maximum

Std. Error of Mean

32.00

79.0000

3

3.60555

76.00

83.00

2.08167

34.00

62.4000

5

4.39318

56.00

67.00

1.96469

35.00

78.0000

2

12.72792

69.00

87.00

9.00000

36.00

70.7143

7

6.23737

65.00

82.00

2.35750

37.00

66.0000

2

14.14214

56.00

76.00

10.00000

38.00

73.4000

5

6.87750

65.00

80.00

3.07571

39.00

73.5000

4

8.50490

65.00

85.00

4.25245

40.00

90.0000

1

.

90.00

90.00

.

41.00

83.7500

4

5.31507

78.00

90.00

2.65754

42.00

77.0000

1

.

77.00

77.00

.

43.00

87.0000

1

.

87.00

87.00

.

44.00

67.0000

1

.

67.00

67.00

.

47.00

81.5000

2

2.12132

80.00

83.00

1.50000

Total

74.0000

38

9.23565

56.00

90.00

1.49822

 

ANOVA Table

 

Sum of Squares

df

Mean Square

F

Sig.

Prestasi Belajar *

Manajemen Waktu

Between Groups (Combined)

1961.921

12

163.493

3.423

.005

Linearity

477.895

1

477.895

10.006

.004

Deviation from Linearity

1484.026

11

134.911

2.825

.015

Within Groups

1194.079

25

47.763

Total

3156.000

37

 

 

Measures of Association

R

R Squared

Eta

Eta Squared

Prestasi Belajar *

Manajemen Waktu

.389

.151

.788

.622

Lampiran 11

UJI LINEARITAS PENGARUH GAYA BELAJAR DAN MANAJEMEN WAKTU TERHADAP PRESTASI BELAJAR

 

Means

Case Processing Summary

Cases

Included

Excluded

Total

N

Percent

N

Percent

N

Percent

Prestasi Belajar *

Gaya Belajar

38

100.0%

0

.0%

38

100.0%

Prestasi Belajar *

Manajemen Waktu

38

100.0%

0

.0%

38

100.0%

Prestasi Belajar * Gaya Belajar

Report

Prestasi Belajar

Gaya Belajar

Mean

N

Std. Deviation

Minimum

Maximum

Std. Error of Mean

29.00

67.0000

1

.

67.00

67.00

.

30.00

83.0000

1

.

83.00

83.00

.

31.00

66.0000

2

14.14214

56.00

76.00

10.00000

32.00

73.1429

7

7.94625

65.00

87.00

3.00340

33.00

74.5000

4

13.42882

56.00

87.00

6.71441

34.00

75.0000

2

15.55635

64.00

86.00

11.00000

35.00

74.6667

3

13.27906

67.00

90.00

7.66667

36.00

72.0000

2

4.24264

69.00

75.00

3.00000

37.00

78.6667

3

1.15470

78.00

80.00

.66667

38.00

69.7500

4

5.25198

65.00

77.00

2.62599

39.00

60.0000

1

.

60.00

60.00

.

40.00

77.5000

2

17.67767

65.00

90.00

12.50000

41.00

81.6667

3

1.52753

80.00

83.00

.88192

42.00

65.0000

1

.

65.00

65.00

.

45.00

81.0000

2

5.65685

77.00

85.00

4.00000

Total

74.0000

38

9.23565

56.00

90.00

1.49822

 

ANOVA Table

Sum of Squares

df

Mean Square

F

Sig.

Prestasi Belajar *

Gaya Belajar

Between Groups (Combined)

988.893

14

70.635

.750

.707

Linearity

92.179

1

92.179

.978

.333

Deviation from Linearity

896.713

13

68.978

.732

.716

Within Groups

2167.107

23

94.222

Total

3156.000

37

Measures of Association

R

R Squared

Eta

Eta Squared

Prestasi Belajar *

Gaya Belajar

.171

.029

.560

.313

 

Prestasi Belajar * Manajemen Waktu

Report

 

Prestasi Belajar

Manajemen Waktu

Mean

N

Std. Deviation

Minimum

Maximum

Std. Error of Mean

32.00

79.0000

3

3.60555

76.00

83.00

2.08167

34.00

62.4000

5

4.39318

56.00

67.00

1.96469

35.00

78.0000

2

12.72792

69.00

87.00

9.00000

36.00

70.7143

7

6.23737

65.00

82.00

2.35750

37.00

66.0000

2

14.14214

56.00

76.00

10.00000

38.00

73.4000

5

6.87750

65.00

80.00

3.07571

39.00

73.5000

4

8.50490

65.00

85.00

4.25245

40.00

90.0000

1

.

90.00

90.00

.

41.00

83.7500

4

5.31507

78.00

90.00

2.65754

42.00

77.0000

1

.

77.00

77.00

.

43.00

87.0000

1

.

87.00

87.00

.

44.00

67.0000

1

.

67.00

67.00

.

47.00

81.5000

2

2.12132

80.00

83.00

1.50000

Total

74.0000

38

9.23565

56.00

90.00

1.49822

 

ANOVA Table

Sum of Squares

df

Mean Square

F

Sig.

Prestasi Belajar * Manajemen Waktu Between Groups (Combined)

1961.921

12

163.493

3.423

.005

Linearity

477.895

1

477.895

10.006

.004

Deviation from Linearity

1484.026

11

134.911

2.825

.015

Within Groups

1194.079

25

47.763

Total

3156.000

37

 

Measures of Association

 

R

R Squared

Eta

Eta Squared

Prestasi Belajar * Manajemen Waktu

.389

.151

.788

.622

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 12

UJI HIPOTESIS

Regression

 

Descriptive Statistics

  Mean Std. Deviation N
Prestasi Belajar 74.0000 9.23565 38
Gaya Belajar 35.7632 4.10954 38
Manajemen Waktu 37.7632 3.73757 38

 

Correlations

Prestasi Belajar Gaya Belajar

Manajemen Waktu

Pearson Correlation Prestasi Belajar

1.000

.171

.389

Gaya Belajar

.171

1.000

.005

Manajemen Waktu

.389

.005

1.000

Sig. (1-tailed) Prestasi Belajar

.

.152

.008

Gaya Belajar

.152

.

.488

Manajemen Waktu

.008

.488

.

N Prestasi Belajar

38

38

38

Gaya Belajar

38

38

38

Manajemen Waktu

38

38

38

 

Variables Entered/Removed(b)

Model

Variables Entered

Variables Removed

Method

1 Manajemen Waktu

Gaya Belajar

.

Enter

a All requested variables entered.

b Dependent Variable: VAR00003

 

Model Summary

Model

R

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1

.424(a)

.180

.133

8.59905

a Predictors: (Constant), VAR00002, VAR00001

 

ANOVA(b)

Model

Sum of Squares

df

Mean Square

F

Sig.

1 Regression

567.970

2

283.985

3.841

.031(a)

Residual

2588.030

35

73.944

Total

3156.000

37

a Predictors: (Constant), VAR00002, VAR00001

b Dependent Variable: VAR00003

 

 

 

 

 

Coefficients(a)

 

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t

Sig.

B

Std. Error

Beta

B

Std. Error

1 (Constant)

24.190

18.856

1.283

.208

Gaya Belajar

.380

.344

.169

1.104

.277

Manajemen Waktu

.959

.378

.388

2.537

.016

a Dependent Variable: Prestasi Belajar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 13

 

 

Perhitungan Sumbangan Relatif dan Efektif

Diketahui

N = 38

Jml X1 = 1359

Jml X2 = 1435

Jml Y = 2812

Jml X12 = 49227

Jml X2 2 = 54707

Jml Y2 = 211244

JML X1.y = 100806

JML X2.y = 106687

JML X1.X2 = 51323

Dijadikan skor devisiasi:

X1.2 = 624,97

X2.2 = 516,87

Y2 = 3156

X1.y = 240

X2.y = 497

X1.x2 = 286

Mean(rata-rata)

X1 = 35,763

X2 = 35,7632

Y = 74,0000

Hasil Perhitungan SPSS Memperoleh data sebagai berikut:

a = 24,190

b1 = 0,380

b2 = 0,959

Jkreg = 567,970

Jkres = 2588,030

Jktotal = 0,180

R2 = 0,180

  • Sumbangan Relatif

 

SR%X1 =b1.x1.y = 16%

SR%X2 =b2.x2.y = 84%

Jumlah = 100%

  • Sumbangan efektif

 

SE%X1 = SR%X1.R2 = 2,9%

 

SE%X2 = SR%X2.R2 = 15%

 

Jumlah = 17,9%

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTA

Slameto, 2003. Belajar dan faktor yang mempengaruhinya. Jakarta :Rineka Cipta

Dimyati Muhammad,1988. Landasan kepenfdidikan suatu pengamatan keilmuan pemikiran tentamg kegiatan pendidikan Jakarta : Depdikbud

Rifai Muhammad, 1986. Administrasi dan supervisi pendidikan I Bandung :Jemmars

Arikunto S, 1988 penilaian program pendidikan. Jakarta : Bina Aksara

Hamalik Oemar 1983. Metode Belajar dan Kesulitan Belajar. Bandung :Tarsito

Sriyono dkk, 1992. Tehnik belajar menggunakan CBSA. Jakarta :Rineka Cipta

Timple Dale, 1991. Mengelola Waktu Jakarta : Gramedia Asri Media

Sugiyono, 2005. Metode penelitian bisnis. Bandung :Alfabeta

Margono 2000. Metode penelitian pendidikan Jakarta : Rineka Cipta

Saodih Nana, 2009. metode penelitian pendidikan Bandung : Rosda Karya

Marek Gillin, 1996. kiat membagi waktu. Jakarta : Arcan

Gie Liang, 1995 cara belajar yang baik. jilid II Yogyakarta : Liberty

Http :\\ tedytirta.wordpress.com sekilas tentang gaya belajar

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: